Buntut Database Polri Kena Hack, Semua Data Polisi Berkasus Bocor, Ada Nama 3 Jenderal Ini | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 18 November 2021

Buntut Database Polri Kena Hack, Semua Data Polisi Berkasus Bocor, Ada Nama 3 Jenderal Ini

Buntut Database Polri Kena Hack, Semua Data Polisi Berkasus Bocor, Ada Nama 3 Jenderal Ini

Buntut Database Polri Kena Hack, Semua Data Polisi Berkasus Bocor, Ada Nama 3 Jenderal Ini

DEMOCRAZY.ID - Hacker asal Brazil yang menamakan diri son1x mengaku berhasil meretas database Polri. Tidak hanya satu, tapi tiga server.


son1x lantas membagikan database yang berhasil ia retas itu melalui akun Twitter @son1x666.


Ada tiga tautan link yang ia bagikan berisi data-data pribadi anggota Polri.


Dua data di antaranya diberi nama “polrileak.txt” berukuran 10,27 megabita dan “polri.sql” dengan ukuran sama.


Berdasarkan pengamatan PojokSatu.id, data-data pribadi anggota Polri yang bocor itu antara lain nama, pangkat, jabatan, alamat rumah, sampai nomor telepon.


Juga tempat tanggal lahir, satker, pangkat, status pernikahan, agama golongan darah dan suku.


Tidak hanya itu saja, sang hacker juga mengumbar data-data anggota polisi berkasus atau melakukan pelanggaran.


Yang cukup mengejutkan, dari ratusan data tersebut, terdapat tiga anggota polisi yang melakukan pelanggaran dengan pangkat jenderal.


Ketiganya yakni Brigadir Jenderal Polisi Muhamad Iksan yang berdinas di Lemdiklat Polri.


Lalu Brigadir Jenderal Polisi Eriadi yang berdinas di Baharkam Polri.


Kemudian Brigadir Jenderal Polisi Sutrisno yang menjabat sebagai Kabagdisi Ropal Slog Polri.


Sang hacker pun membeberkan alasannya meretas dan membocorkan database anggota Polri melalui laman Ghostbin.


“Rakyat seharusnya tidak bekerja atau mendukung pemerintah, pemerintah harus melakukan ini,” tulis son1x.


Ia menegaskan bahwa aksi peretasan itu ia lakukan sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.


“Bukan anggota tim lain tempat saya berpartisipasi (mereka tidak suka kebocoran),” kata dia.


son1x mengaku, dirinya tidak menyukai perlakuan pemerintah Indonesia kepada rakyatnya.


“Banyak orang Indonesia telah menghubungi saya berbicara tentang situasi kehidupan mereka di Indonesia,” sambung dia.


Atas alasan itu pula ia memutuskan untuk meretas database Polri.


“Jadi inilah alasan saya melakukan kebocoran ini,” ungkap dia.


Ia pun mengakui bahwa apa yang ia lakukan itu sejatinya tidak harus dilakukan.


Tapi ia menyebut bahwa tindakannya itu adalah untuk ‘membantu’.


“Catatan: kebocoran ini berisi informasi pribadi dan kredensial pekerja polri dan orang-orang yang terlibat dengannya,” katanya.


son1x juga mempersilahkan siapapun menggunakan data-data pribadi itu untuk kepentingan apapun.


“Jangan ragu untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan dengan informasi mereka, mungkin mengirim dildo ke rumah mereka idk, gunakan kreativitas Anda hahaha,” tandasnya. [Democrazy/pojok]