Bongkar 'Kampanye Jahat' PKI dalam Kembangkan Partai, Ridwan Saidi: Trik Tema Setan Hingga Manipulasi Sejarah | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 18 November 2021

Bongkar 'Kampanye Jahat' PKI dalam Kembangkan Partai, Ridwan Saidi: Trik Tema Setan Hingga Manipulasi Sejarah

Bongkar 'Kampanye Jahat' PKI dalam Kembangkan Partai, Ridwan Saidi: Trik Tema Setan Hingga Manipulasi Sejarah

Bongkar 'Kampanye Jahat' PKI dalam Kembangkan Partai, Ridwan Saidi: Trik Tema Setan Hingga Manipulasi Sejarah

DEMOCRAZY.ID - Budayawan Betawai, Ridwan Saidi membongkar metode kampanye Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam upaya mengembangkan partai agar menjadi besar, sehingga pada Pemilu 1955 menjadi partai peraih suara terbesar keempat tingkat nasional.


Dalam mengembangkan partainya, Ridwan Saidi mengungkapkan PKI menggunakan trik-trik jahat saat berkampanye.


Salah satu yang disebut oleh Ridwan Saidi adalah mengenai tema-tema yang mengangkat tentang tujuh setan desa dan kota sebagai trik dari PKI dalam berkampanye.


Hal tersebut diungkapkan oleh Budayawan Betawi yang akrab disapa Babe Ridwan itu dalam sebuah video berjudul 'Kesaksian Ridwan Saidi di 4 Zaman' di kanal YouTube Fadli Zon Official, pada 4 Desember 2021.


"Dalam mengembangkan partainya, PKI banyak trik-trik yang dia lakukan, yang pertama tema-tema setan," kata Babe Ridwan, dikutip dari di kanal YouTube Fadli Zon Official, Kamis, 18 November 2021.


"Ada kalau nggak salah ada tujuh setan desa, lalu setan kota lebih banyak, delapan setan kota kalo nggak, semua disetan-setanin sama dia, itu kampanye dia," sambungnya.


Selain berkampanye dengan tema setan, Babe Ridwan juga mengungkapkan PKI melakukan manipulasi sejarah.


PKI kerap mengklaim berdiri pada 23 Mei 1920 saat Kongres Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV).


Padahal, menurut Babe Ridwan, pada tahun tersebut PKI belum lahir karena hanya ada Kongres ISDV.


"Kemudian kampanye manipulasi sejarah, dia mengklaim bahwa dia berdiri pada 1920, 1920 itu kongres ISDV," ujarnya.


Mantan Politisi Masyumi itu juga mengatakan tidak pernah ada perpecahan di tubuh Sarekat Islam (SI) seperti yang digembor-gemborkan oleh PKI tentang SI Merah (Komunis) dan SI Putih (Agamis).


Dia dengan tegas menyebutkan PKI baru lahir setelah dikeluarkannya Maklumat X November 1945 yang diketuai oleh Tan Ling Djie. Sementara, selama perjuangan kemerdekaan, PKI belum pernah ada.


"Bahwa pada waktu itu SI pecah, nggak ada itu SI Merah SI Putih, PKI itu baru lahir setelah Maklumat X Tan Ling Jie itu ketuanya," ungkapnya.


Sebagai informasi, ISDV didirikan oleh Henk Sneevliet pada tahun 1914. Lalu, ISDV melaksanakan Kongres VII di Semarang pada 23 Mei 1920 yang disebut sebagai awal kelahiran PKI di Indonesia.


Dikutip dari buku yang ditulis oleh Soewarsono pada tahun 2000 berjudul 'Berbareng Bergerak: Sepenggal Riwayat dan Pemikiran Semaoen' pada Kamis, 18 November 2021, Semaoen yang merupakan anggota SI turut terlibat dalam pendirian Partai Komunis Hindia-Belanda (PKHB) yang pada tahun 1924 berubah menjadi PKI.


Dalam kongres tersebut, Semaoen terpilih menjadi ketua PKHB yang didampingi oleh Darsono sebagai wakilnya.


Kepemilikan status ganda Semaoen dalam dua organisasi itu disebut-sebut sebagai awal mula munculnya perpecahan dalam tubuh SI, yaitu SI Merah dan SI Putih. [Democrazy/pkry]