Bio Farma Akhirnya Buka Suara Soal Tudingan Ada 'Tipu-tipu' Bisnis PCR | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 09 November 2021

Bio Farma Akhirnya Buka Suara Soal Tudingan Ada 'Tipu-tipu' Bisnis PCR

Bio Farma Akhirnya Buka Suara Soal Tudingan Ada 'Tipu-tipu' Bisnis PCR

Bio Farma Akhirnya Buka Suara Soal Tudingan Ada 'Tipu-tipu' Bisnis PCR

DEMOCRAZY.ID - PT Bio Farma merespons pernyataan anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang menuding adanya tipu-tipu bisnis PCR dengan menerapkan tarif berbeda tergantung waktu keluarnya hasil tes. 


Dirut PT Bio Farma Honesti Basyir menyebut penerapan tarif berbeda tergantung waktu keluarnya hasil tes PCR juga terjadi di sejumlah negara.


"Ada yang beri tarif berdasarkan waktu penyelesaian, ada yang 12 jam, ada yang 3 hari, ada yang 48 jam dan bervariasi. Di beberapa negara juga saya pelajari, juga bervariasi," kata Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/11/2021).


Honesti menjelaskan alasan hal tersebut bisa terjadi. Menurutnya, memang ada pihak yang terkadang meminta hasil tes PCR lebih cepat.


"Saya lihat juga logikanya, mesin itu kan ada yang mesin running 96 sampel, itu running. Untuk ekonomisnya harus 96 sampel di-running (semua). Tapi kadang-kadang ada yang sampel itu nggak cukup atau ada yang ingin cepat, sehingga terus me-running di bawah kapasitas normal," ucap Honesti.


Honesti menyebut permintaan agar hasil PCR bisa keluar cepatlah yang menyebabkan adanya perbedaan harga. 


Dia menyebut sebagian besar masyarakat kini sudah mengerti apa itu PCR.


"Sehingga terpaksa memang mengkompensasikan yang idle capacity itu ke harga itu, sehingga ada perbedaan di sisi layanan, lamanya layanan. Tapi saya lihat semua orang belajar dari tadinya tidak tahu apa itu PCR, punya mesinnya, reagennya seperti apa," ujarnya.


Sebelumnya, Andre Rosiade dalam RDP Komisi VI DPR berbicara soal permainan bisnis PCR yang terjadi saat ini. 


Andre menduga ada pihak yang melakukan bisnis tipu-tipu dengan menerapkan tarif berbeda tergantung waktu keluarnya hasil PCR.


"Kemudian ada lagi permainan PCR, mau di 1 jam, mau di 6 jam, mau 1x24 jam, mau 2x24 jam, ini publik harus kita bongkar," kata Andre saat rapat bersama perusahaan-perusahaan BUMN kesehatan.


Andre lantas menjelaskan permainan yang dilakukan tersebut. 


Menurut anggota DPR Fraksi Gerindra itu, mesin-mesin PCR yang ada saat ini bisa menangani banyak spesimen PCR dalam waktu 1 jam.


"Saya ingin bongkar permainan ini, jadi mesin PCR itu ada yang 96 spesimen per 1 jam, ada yang 48 spesimen per 1 jam, nah lalu mesin ekstraksi itu ada 16 spesimen per 20 menit, ada yang mesin 32 spesimen per 20 menit, ada yang 48 spesimen per 20 menit, dan 96 spesimen per 20 menit," ucapnya. [Democrazy/dtk]