Beredar Kabar Bandara Kualanamu Mau Dijual ke Pihak Asing, Begini Kata Angkasa Pura II | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 26 November 2021

Beredar Kabar Bandara Kualanamu Mau Dijual ke Pihak Asing, Begini Kata Angkasa Pura II

Beredar Kabar Bandara Kualanamu Mau Dijual ke Pihak Asing, Begini Kata Angkasa Pura II

Beredar Kabar Bandara Kualanamu Mau Dijual ke Pihak Asing, Begini Kata Angkasa Pura II

DEMOCRAZY.ID - Angkasa Pura II membantah kabar yang menyebutkan Bandara Kualanamu Medan akan dijual. 


AP II menjelaskan, pihaknya hanya menjalin kerja sama dengan GMR Airports Consortium. 


Keduanya membentuk Joint Venture Company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi, untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu.


Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis AP II Armand Hermawan mengatakan, PT Angkasa Pura Aviasi akan mengelola Bandara Kualanamu selama 25 tahun dan setelahnya akan dikembalikan lagi kepada AP II. 


"Tidak ada penjualan aset atau penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu. Kepemilikan Bandara Internasional Kualanamu beserta asetnya 100% tetap milik AP II. JVCo hanya akan menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 tahu," kata Armand dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/11/2021).


"Setelah periode kerjasama berakhir, JVCo tidak berhak lagi mengelola Bandara Internasional Kualanamu dan semua aset hasil pengembangan akan dikembalikan kepada AP II. Kemitraan dapat dianggap seperti perjanjian sewa menyewa dengan para tenant di terminal Bandara," ujarnya. 


Armand menegaskan, GMR Airports Consortium terpilih sebagai mitra kerja sama sudah melalui proses tender yang profesional dan transparan.


Adapun GMR Airports Consortium yang sebagian sahamnya juga dimiliki AĆ©roports de Paris Group (ADP) asal Prancis lagi, masuk dalam jaringan operator bandara dengan total jumlah penumpang terbanyak di dunia.


Armand menjelaskan, tujuan dari kemitraan strategis ini adalah mengakselerasi 3E yaitu Expansion the traffic (memperluas penerbangan), Equity partnership (menambah permodalan) dan Expertise sharing (berbagi teknologi dan keahlian). Sehingga daya saing Bandara Internasional Kualanamu dapat lebih cepat ditingkatkan. 


Dari sisi expansion the traffic, AP II akan menjadikan Kualanamu sebagai hub penerbangan internasional. 


Khususnya di wilayah barat Indonesia yang akan mendatangkan banyak penerbangan dari luar negeri ke dalam negeri ataupun sebaliknya.


"Pada tahun 2020 jumlah pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Kualanamu sekitar 3 juta penumpang per tahun. Melalui kemitraan strategis AP II dan GMR Airports Consortium, JVco menargetkan jumlah pergerakan penumpang menjadi sekitar 54 juta penumpang per tahun di akhir Kerjasama kemitraan," tutur Armand. 


Sedangkan terkait dengan Equity partnership, AP II dan GMR Airports Consortium akan berbagi pendanaan sehingga pengembangan Bandara Internasional Kualanamu dapat di akselerasi dan pengelolaan dapat menerapkan best global practice.


GMR Airports Consortium akan menanam investasi sedikitnya Rp15 triliun untuk pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. 


Sebelumnya, tudingan penjualan Bandara Kualanamu dilontarkan oleh mantan sekretaris BUMN Muhammad Said Didu. 


"Itu sama dengan menjual atau menggadaikan saham sebanya 49%. Itu menunjukkan bhw kita sdh tdk mampu. Jelas?" kata Said Didu di akun Twitternya. 


"Bagi yg paham korporasi, jika sudah menyangkut pelepasan saham itu berarti sudah penjualan asset - bukan lagi Joint Operation. Joint Operation adalah para pihak memasukkan modal utk mengelola fasilitas dan berbagi laba sesuai kesepakatan - tdk ada perpindahan saham. Jelas ?" kata dia. 


Cuitan Said Didu pun dijawab oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, juga lewat Twitter. 


Arya menjelaskan AP II dan GMR membentuk perusahaan patungan. Perusahaan tersebut akan mengelola Bandara Kualanamu selama 25 tahun. 


Setelah 25 tahun, aset tersebut akan dikembalikan ke Angkasa Pura II. Sehingga keliru jika ada yang mengatakan aset Bandara Kualanamu dijual. 


Dengan kerja sama tersebut, AP II juga akan mendapatkan keuntungan. 


Yaitu berupa dana Rp1,58 triliun dari GMR dan akan ada pembangunan dan pengembangan Bandara Kualanamu sebesar Rp56 triliun. [Democrazy/ktv]