Banyak Desakan MUI Dibubarkan, Sejumlah Aktivis Heran Wapres Ma'ruf Amin Sebagai Mantan Ketua MUI Kok Malah 'Tutup Mulut' | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 18 November 2021

Banyak Desakan MUI Dibubarkan, Sejumlah Aktivis Heran Wapres Ma'ruf Amin Sebagai Mantan Ketua MUI Kok Malah 'Tutup Mulut'

Banyak Desakan MUI Dibubarkan, Sejumlah Aktivis Heran Wapres Ma'ruf Amin Sebagai Mantan Ketua MUI Kok Malah 'Tutup Mulut'

Banyak Desakan MUI Dibubarkan, Sejumlah Aktivis Heran Wapres Ma'ruf Amin Sebagai Mantan Ketua MUI Kok Malah 'Tutup Mulut'

DEMOCRAZY.ID - Densus 88 Antiteror kembali menangkap tiga orang terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa 16 November 2021.


Adapun ketiga orang yang dimaksud yaitu anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Zain An-Najah, Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustadz Farid Ahmad Okbah dan anggota pengawas Perisai Nusantara Esa Ustadz Anung Al Hamat.


Hal ini kemudian membuat heboh publik pasalnya salah satu dari tiga yang diringkus Densus 88 adalah anggota MUI Pusat.


Atas dasar itu, seorang aktivis media sosial menyatakan bahwa MUI pantas dibubarkan karena ada indikasi teroris.


Adanya dorongan untuk membubarkan MUI kemudian disorot oleh akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief.


Melalui cuitannya, Ia menyingguh Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk angkat suara terkait adanya desakan pembubaran MUI.


Menurutnya, meskipun Ma'ruf Amin kini bertugas sebagai wakil presiden, dia tak semestinya bungkam mengingat Maruf pernah menjabat sebagai pimpinan di MUI.


Hal itu disampaikan Ali Syarief melalui cuitan di akun Twitter-nya @alisyarief, Rabu 17 November 2021.


"Sebagai Wapres @Kiyai_MarufAmin anda harus diam, sepanjang Presiden masih bekerja," cuitnya dikutip Kamis 18 NOvember 2021.


Lebih lanjut, Ali Syarief heran dengan sikap Ma'ruf yang cenderung diam dan tak marah saat MUI diminta untuk bubar.


"Tetapi dalam kapasitas sbg Pribadi, apalagi sebagai mantan Ketua MUI (yg mengangkat anda jadi seperti saat ini), harus marah dan mengejar yg ingin membubarkan organisasi yg membesarkanmu," tandasnya. [Democrazy/galamed]