Bantah Tudingan Cari Untung Bisnis PCR, Luhut: Saya Memang Bukan Orang Baik dan Banyak Dosa, Tapi Saya Tak Sejahat Itu! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 12 November 2021

Bantah Tudingan Cari Untung Bisnis PCR, Luhut: Saya Memang Bukan Orang Baik dan Banyak Dosa, Tapi Saya Tak Sejahat Itu!

Bantah Tudingan Cari Untung Bisnis PCR, Luhut: Saya Memang Bukan Orang Baik dan Banyak Dosa, Tapi Saya Tak Sejahat Itu!

Bantah Tudingan Cari Untung Bisnis PCR, Luhut: Saya Memang Bukan Orang Baik dan Banyak Dosa, Tapi Saya Tak Sejahat Itu!

DEMOCRAZY.ID - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Presiden Joko Widodo percaya dirinya tidak mengambil untung dari bisnis PCR di tengah pandemi Covid-19.


Dia yakin Presiden Jokowi pun tak percaya dengan anggapan Menteri BUMN Erick Thohir mengambil untung dari bisnis serupa.


"Presiden percaya kita enggak akan melakukan itu," kata Luhut dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV yang tayang pada Jumat (12/11) petang.


Luhut mengklaim hingga saat ini Presiden Jokowi masih mempercayai kredibilitasnya dan Erick Thohir meski memang terlibat dalam PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).


Meski mengakui mengalirkan uang dalam jumlah besar ke PT GSI, Luhut mengklaim tidak ada keuntungan perusahaan itu yang mengalir ke kantong pribadinya.


"Saya ulangi, keputusan saya untuk kepentingan itu enggak ada. Karena semua harus diaudit melalui BPKP. Jadi enggak ada (ambil untung), enggak ada sama sekali itu, enggak ada, nol," kata Luhut.


Dia juga menampik anggapan yang menyebut ada konflik kepentingan, yakni ketika menjadi Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus terlibat dalam bisnis PCR lewat PT GSI. Luhut membantah itu karena sejauh ini tidak mendapat untung.


"Ya saya bukan orang baik, banyak juga dosa saya, tapi saya pikir saya enggak sampai sejahat itu untuk memanfaatkan jabatan saya untuk keuntungan pribadi. Saya pikir enggak lah," kata dia.


Sebelumnya, eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto menyebut sejumlah menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo terlibat bisnis tes PCR.


Para menteri yang dimaksud terafiliasi dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), penyedia jasa tes Covid-19.


Perusahaan itu didirikan oleh sejumlah perusahaan besar. Menurutnya, Luhut terlibat lewat PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).


Selain itu, ada nama Menteri BUMN Erick Thohir. Edy mengaitkan Erick dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan itu dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir. [Democrazy/cnn]