Bantah Dirinya Memaki Jokowi Karena Benci, Rocky Gerung: Kita Itu Memaki-maki Karena Lucu! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Bantah Dirinya Memaki Jokowi Karena Benci, Rocky Gerung: Kita Itu Memaki-maki Karena Lucu!

Bantah Dirinya Memaki Jokowi Karena Benci, Rocky Gerung: Kita Itu Memaki-maki Karena Lucu!

Bantah Dirinya Memaki Jokowi Karena Benci, Rocky Gerung: Kita Itu Memaki-maki Karena Lucu!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung membantah tudingan yang menyebut dirinya memaki Presiden Jokowi karena dilandasi rasa benci.


Rocky Gerung menegaskan bahwa dirinya hanya memaki kebijakan Presiden Jokowi yang dianggap tidak berpihak kepada publik.


Rocky Gerung juga kerap kali turut menjelaskan konsep kepemimpinan yang sesungguhnya dalam mengkritik Presiden Jokowi.


Menurut Rocky Gerung, seorang pemimpin harus memiliki konsep yang jelas dalam menjalankan kepemimpinannya.


Mantan dosen Universitas Indonesia (UI) itu menegaskan bahwa tak sepatutnya seorang pemimpin mengerahkan pasukan atau buzzer dalam menjalankan tugasnya ataupun sekedar mensosialisasikan kebijakannya.


Dia juga ingin agar Indonesia kembali ke konsep bernegara dan memimpin yang benar, yakni beradu gagasan untuk memprediksi masa depan.


"Memimpin itu artinya punya konsep, bukan punya pasukan, bukan punya buzzer. Jadi kita ingin Indonesia dikembalikan pada asal usul negeri ini, pertarungan ide, kemampuan untuk membayangkan masa depan dengan kekuatan konseptual," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 17 November 2021.


Rocky Gerung juga menegaskan bahwa dirinya tak memaki Presiden Jokowi atas dasar kebencian.


Pria yang juga merupakan seorang ahli filsafat itu mengungkapkan, dia memaki ayah dari Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep itu hanya karena 'kelucuan' yang dipertontonkan selama memimpin Indonesia.


"Kita nggak memaki-maki karena benci, kita memaki-maki karena lucu. Jadi yang kita maki-maki kelucuan kekuasaan tuh," ujarnya.


Dia juga mengungkapkan, dirinya menertawakan 'kelucuan' Presiden Jokowi semata-mata untuk menunjukkan banyaknya 'badut' di lingkaran Israna.


"Semakin kita tertawakan, semakin mampu publik melihat bahwa ada kelucuan di Istana, ada banyak badut," ucapnya.


Rocky Gerung juga menegaskan bahwa cara paling cerdas untuk menghargai 'badut' adalah dengan menertawakannya bersama-sama.


Dia mengakui, alasan dirinya menertawakan 'badut' dalam lingkaran rezim Presiden Jokowi dikarenakan 'kelucuan' dan 'kedunguan' yang berjalan secara paralel.


"Cara paling cerdas untuk menghargai 'badut' adalah dengan menertawakannya, karena kelucuan dan kedunguan di rezim ini adalah paralel," tuturnya. [Democrazy/kabes]