Balad Jokowi: Isu Pejabat Terlibat Bisnis PCR Sengaja Digulirkan untuk Turunkan Kepercayaan Publik | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 08 November 2021

Balad Jokowi: Isu Pejabat Terlibat Bisnis PCR Sengaja Digulirkan untuk Turunkan Kepercayaan Publik

Balad Jokowi: Isu Pejabat Terlibat Bisnis PCR Sengaja Digulirkan untuk Turunkan Kepercayaan Publik

Balad Jokowi: Isu Pejabat Terlibat Bisnis PCR Sengaja Digulirkan untuk Turunkan Kepercayaan Publik

DEMOCRAZY.ID - Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan pandemi Covid-19 telah diapresiasi banyak pihak, baik nasional maupun internasional.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) misalnya, memasukkan Indonesia pada kategori level 1 Covid-19. Level ini merupakan level rendah untuk penularan Covid-19.


Berkat kemampuan mengelola pandemi dan ekonomi, Indonesia pun dianggap layak menjembatani pemulihan ekonomi global. Ini sekaligus meneguhkan kepercayaan Indonesia menerima presidensi G-20.


Melihat perkembangan baik tersebut, Ketua Umum Relawan Balad Jokowi Muchlas Rowi menyayangkan jika saat ini malah berkembang narasi-narasi yang justru mengeliminasi keberhasilan tersebut. 


Seperti diketahui saat ini berkembang isu bisnis PCR, yang belakangan hangat dibicarakan lantaran disebut-sebut melibatkan dua menteri Kabinet Jokowi. 


Tudingan itu secara langsung mengarah ke Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir. 


Menurut Muchlas, isu tersebut sebenarnya merupakan narasi yang sengaja dibangun agar menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. 


Padahal, kata Muchlas, kebijakan pemerintah semenjak awal pandemi soal pentingnya mendeteksi Covid-19 secara dini orang yang positif melalui tes PCR merupakan langkah paling tepat. 


"Hasilnya telah kita lihat sekarang bahwa kita adalah salah satu negara yang paling baik dalam mengendalikan kasus covid," kata Muchlas, Senin (8/11/2021). 


Muchlas menegaskan, keberhasilan dan kepercayaan yang telah terbangun di publik seharusnya jangan dipolitisasi dengan isu-isu tentang bisnis PCR. 


Apalagi mengaitkan pihak-pihak yang secara kewenangan bukan menjadi otoritasnya. 


Lagipula, kata Muchlas, harga PCR juga sudah diturunkan atas instruksi Presiden Jokowi. 


Sehingga menjadi bukti bahwa kewajiban PCR bukanlah untuk kepentingan bisnis, melainkan demi menyelamatkan masyarakat. 


Karena itu, Muchlas menegaskan, jika memang punya niat baik dan benar-benar memperjuangkan prinsip transparansi sebaiknya dorong Kemenkes untuk membuka kebijakan terkait pengadaan dan harga PCR. 


"Bukan malah membangun narasi yg akan menggangu kepercayaan publik kepada pemerintah," demikian Muchlas Rowi. [Democrazy/akurat]