'Ayahku Bukan Teroris', Surat Terbuka Putra Ustad Farid Okbah, Ibrahim Okbah Beredar di Jejaringan Percakapan | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

'Ayahku Bukan Teroris', Surat Terbuka Putra Ustad Farid Okbah, Ibrahim Okbah Beredar di Jejaringan Percakapan

'Ayahku Bukan Teroris', Surat Terbuka Putra Ustad Farid Okbah, Ibrahim Okbah Beredar di Jejaringan Percakapan

'Ayahku Bukan Teroris', Surat Terbuka Putra Ustad Farid Okbah, Ibrahim Okbah Beredar di Jejaringan Percakapan

DEMOCRAZY.ID - 'Ayahku Bukan Teroris', surat terbuka putra Ustad Farid Okbah, Ibrahim Okbah beredar di jejaringan percakapan.


Dalam pesan tersebut sang putra dengan gamblang mencurahkan isi hatinya tentang kegiatan dan kepribadian ayahnya Ustad Farid Okbah.


Pesan yang merupakan surat terbuka pada publik ini, sebagai putra dari Ustad Farid Okbah mengatakan bahwa ayahku bukan teroris.


Surat terbuka ini di tulis oleh Ibrahim Okbah terkait penangkapan Ustaz Farid Okbah oleh Densus 88 terkait dugaan terorisme usai salat subuh, pada Selasa (16/11/2021) lalu.


Ibrahim Okbah mengatakan bahwa dalam kesehariannya, aktivitas dakwah beliau (Ustad Farid Okbah) sangat padat, dimulai dari mengisi kuliah subuh di masjid dan dilanjutkan dengan kajian untuk para ibu-ibu di waktu Dhuha.


Beliau juga seringkali harus menghadiri pertemuan organisasi Parmusi dan rapat-rapat PDRI.


Padatnya aktivitas dakwah beliau terkadangmembuat kami, keluarganya, tidak memiliki cukup waktu untuk bersama-sama. Bahkan,  beliau  sering berpergian berhari-hari untuk safari dakwah. 


Misi beliau semata untuk memberikan ilmunya dengan mengajarkan orang lain,  memakmurkan orang yang kurang mampu, dan mensejahterakan orang disekitarnya. 


Akhlak beliau sangatlah mulia, beliau sangat penyayang kepada anak-anaknya, istrinya dan bahkan tidak pernah memarahi anak-anaknya.  


Beliau selalu berpesan untuk tidak pernah berbuat zhalim kepada orang lain, tidak boleh menipu, dan bahkan selalu berprasangka kepada orang lain dengan prasangka yang baik, sehingga jika ada pihak-pihak yang mengatakan hal-hal yang buruk tentang karakter beliau, itu sungguh sangat jauh dari pengalaman kami hidup bersama beliau bertahun-tahun. 


Beliau tidak segan-segan untuk selalu memberikan bantuan uang kepada seseorang yang selalu datang kerumah, dimana saya rasanya ingin mengusirnya saja. 


Tapi beliau melarang saya dan mengatakan, "Dia datang kerumah kita karena berharap kita akan memberi, maka jangan kita kecewakan harapannya".


Beliau pernah membeli bumbu pecel saat  penjualnya datang ke rumah, meski di rumah stock bumbu pecel masih banyak.


Bahkan banyak orang dibantu oleh ustad Farid dan cerita kepada kami keluarganya yang tidak tahu menahu tentang bantuan-bantuan beliau.


Saat beliau ditangkap, salah seorang asisten rumah tangga kami-yang telah bekerja selama 16 tahun, langsung menangis karenanya.


Inilah sebagian kesaksian saya sebagai anak atas pribadi Ustad Farid, sungguh beliau adalah orang yang sangat baik kepada keluarga dan masyarakat.


Kami mendoakan kesehatan beliau dan berharap sangat akan kebebasan beliau. [Democrazy/poskota]