Anwar Abbas soal Densus 88 Tangkap Farid Okbah: Tak Suka Kekerasan Kok Ditangkap? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 16 November 2021

Anwar Abbas soal Densus 88 Tangkap Farid Okbah: Tak Suka Kekerasan Kok Ditangkap?

Anwar Abbas soal Densus 88 Tangkap Farid Okbah: Tak Suka Kekerasan Kok Ditangkap?

Anwar Abbas soal Densus 88 Tangkap Farid Okbah: Tak Suka Kekerasan Kok Ditangkap?

DEMOCRAZY.ID - Densus 88 Antiteror menangkap Ustaz Farid Okbah di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/11). 


Ia dan beberapa orang lainnya di tempat terpisah juga ditangkap terkait dugaan terorisme.


Informasi penangkapan ini sampai di telinga Anwar Abbas. Dalam sebuah pernyataan, penangkapan Ustaz Farid Okbah begitu mengagetkan.


"Penangkapan Farid Okbah oleh Densus 88, bagi saya pribadi jelas benar-benar sangat mencengangkan dan mengagetkan karena kalau yang bersangkutan itu ditangkap oleh Densus 88 tentu itu pasti terkait dengan masalah terorisme," kata Anwar Abbas, Selasa (16/11).


Anwar juga mempertanyakan tindakan apa yang dilakukan Ustaz Farid Okbah sehingga ditangkap Densus 88. 


Menurut dia, selama ini Ustaz Farid Okbah dikenal sebagai tokoh yang anti terhadap kekerasan.


"Pertanyaan saya tindakan apa yang telah dilakukan oleh Farid Okbah yang terkait dengan terorisme sebab sepanjang pengetahuan saya yang bersangkutan adalah seorang ulama yang anti dengan tindak kekerasan tapi kok dia ditangkap oleh Densus 88?" kata dia.


Wakil Ketua Umum MUI ini meminta Polri menjelaskan kepada publik terkait penangkapan Ustaz Farid Okbah.


"Sebab meskipun yang bertindak ini adalah densus 88 tapi yang terkena getahnya tentu adalah presiden Jokowi sehingga karena yang ditangkapin itu adalah ulama sehingga pemerintahan jokowi telah dianggap oleh sebagian elemen masyarakat telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama karena memang telah banyak ulama , ustaz dan dai yang ditangkap," ujarnya.


"Tapi betulkah jokowi yang telah memerintahkan penangkapan-penangkapan ini? Saya terus terang tidak yakin dan tidak percaya. Saya tidak yakin presiden Jokowi akan memerintahkan hal itu. Untuk itu saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik pak Jokowi sebagai presiden agar beliau bisa bekerja dengan tenang untuk mengatasi masalah-masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa ini dan jangan beliau diganggu serta terganggu oleh hal-hal yang seperti ini," tambahnya.


Menurut dia, apabila ada seseorang yang diterangai atau dicurigai terlibat terorisme, sebaiknya Densus 88 lebih dulu memberikan peringatan dan penjelasan kepada yang bersangkutan dengan baik. 


Sehingga orang tersebut nantinya akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan.


"Di samping itu saya juga berharap kepada Densus 88 agar juga mempertimbangkan tindakan-tindakan yang akan dilakukannya supaya tidak berimbas kepada nama baik presiden kita," tuturnya.


"Kalau sekarang saya lihat sumpah serapah keluar tetapi yang disumpah serapahi itu bukanlah Densus 88 tapi adalah presiden Jokowi pemimpin dari pemerintahan yang berkuasa saat ini. Kasihan sekali nasib presiden dan nasib negeri serta nasib bangsaku saat ini," tandasnya. [Democrazy/kmpr]