Angkat Bicara Soal Bisnis PCR, Erick Thohir Disebut Lakukan Penipuan Publik | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 20 November 2021

Angkat Bicara Soal Bisnis PCR, Erick Thohir Disebut Lakukan Penipuan Publik

Angkat Bicara Soal Bisnis PCR, Erick Thohir Disebut Lakukan Penipuan Publik

Angkat Bicara Soal Bisnis PCR, Erick Thohir Disebut Lakukan Penipuan Publik

DEMOCRAZY.ID - Menteri BUMN, Erick Thohir disebut pengamat politik, Rocky Gerung melakukan pembohongan publik.


Hal tersebut berkaitan dengan harga tes PCR yang beberapa waktu lalu menjadi kontroversi.


Selain itu, Erick Thohir juga diduga terlibat dalam bisnis tes PCR.


Menanggapi keramaian dugaan Erick Thohir terlibat bisnis tes PCR, ia mengungkapkan jika penentuan harga diputuskan saat rapat terbatas bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden, dan beberapa menteri terkait.


Dilansir dari YouTube Rocky Gerung Official, ia berujar jika dari pernyataan Erick Thohir semacam penipuan publik.


"Jadi ada semacam penipuan publik. 'Kan mestinya diberitahu kalau harga dulu sangat tinggi karena berbagai alasan dan harus ada keterangan alternatif kenapa tidak diberikan kepada Kimia Farma," kata Rocky Gerung.


Menurut Rocky Gerung, pemerintah seharusnya memberikan tanggung jawab tersebut kepada Kimia Farma yang bekerja pada bidangnya, bukan membuat perusahaan baru.


"Mesti dijelaskan juga kenapa tidak diberikan kepada Kimia Farma yang sudah ada pada ratusan tahun yang lalu, kenapa harus bentuk perusahaan baru pada era panemi padahal fasilitas perusahaan-perusahaan ahli kimia itu sudah ada," ujar Erick Thohir.


Rocky juga menandai Erick tentang tujuan terselebung ketika mengumukan keputusan harga PCR di tengah tuduhan yang diarahkan kepadanya.


"Ini persoalannya, janganlah Erick Thohir memiliki niat terselubung dari pernyataannya," tuturnya. 


Erick Thohir Sebut Jokowi Jadi Penentu Harga Tes PCR, Rocky Gerung: Jangan Menyalahkan Presiden


Pengamat politik, Rocky Gerung mengingatkan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk jangan menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tes PCR.


Erick Thohir mendapatkan tuduhan jika ia memiliki bisnis PCR pada era pandemi.


Namun, Erick Thohir menjawab jika ia tidak mengambil keuntungan pribadi melalui keputusan yang diambil dan berdampak ke seluruh masyarakat Indonesia.


Alih-alih berbicara secara pasti tentang tuduhan tersebut, Erick Thohir justru mengungkapkan jika dalam keputusan pada masa pandemi diambil bersama dengan Presiden Joko Widodo.


Dilansir dari YouTube Rocky Gerung Official, ia mengingatkan Erick Thohir supaya tidak menyalahkan Presiden.


"Itu artinya Erick Thohir mau bilang yang memutuskan terakhir adalah Presiden. Masalahnya sekarang, kenapa Presiden tidak diberi bahan perbandingan, harga perbandingan, dan alternatif? Jangan Erick Thohir nyalahin Presiden," kata Rocky Gerung.


Dikatakan lebih lanjut oleh Rocky Gerung, Erick Thohir seharusnya membuat disclaimer dari awal tentang keputusan tersebut jika Presiden mendengarkan masukan dari pihaknya.


"Kan enggak mugnkin Presiden tahu soal-soal seperti itu. Namun, tentu saya menganggap kalau Presiden diam saja selama berbulan-bulan, artinya dua setuju juga dong soal ini. Jadi di situ terlihat ada saling tipu di antara kabinet," ujar Rocky Gerung.


Rocky Gerung juga menyebutkan adanya kemungkinan Presiden telah diberi tahu terkait perbandingan harga dan hal-hal yang berkaitan dengan tes PCR, tetapi memilih untuk jangan dilimpahkan ke Kimia Farma.


"Sangat mungkin itu. Jadi muungkin nanti orang akan menganggap jika GSI sepengetahuan Presiden atau inisiatif beberapa menter saja. Itu tetap di sistu skandalnya dan layak diperiksa polisi, diusut KPK, dan didorong masyarakat sipil. Jadi mesti disebut PCR Gate karena sampai ke ujung pimpinan yaitu Presiden Jokowi," tutur Rocky. [Democrazy/pkry]