Amien Rais Tuding Tol Laut Indonesia Perpanjangan Proyek OBOR China | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 09 November 2021

Amien Rais Tuding Tol Laut Indonesia Perpanjangan Proyek OBOR China

Amien Rais Tuding Tol Laut Indonesia Perpanjangan Proyek OBOR China

Amien Rais Tuding Tol Laut Indonesia Perpanjangan Proyek OBOR China

DEMOCRAZY.ID - Politikus senior Amien Rais kembali melontarkan kritikan pedas. 


Lewat sebuah video yang diunggah di akun Instagram @amienraisofficial, Amien menuding program tol laut sebagai perpanjangan proyek ambisius China , One Belt, One Road (OBOR).


Dalam video tersebut, Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu mengingatkan kader Partai Ummat bahwa saat ini sedang berlangsung perang dagang. 


Baginya tidak menjadi soal siapa yang bakal memenangkan pertarungan tersebut. 


Tetapi satu hal yang pasti Partai Ummat harus memiliki pemahaman bahwa China sedang mengembangkan politik lebensraum.


”Ini insya Allah betul, bahwa China di bawah Xi Jinping itu sedang mengembangkan politik lebensraum,” ujar Amien dalam video tersebut, dikutip Selasa (9/11/2021).


Amien menerangkan bahwa lebens berarti hidup dan raum adalah room atau ruangan sehingga dalam bahasa Inggris maknanya living room.


”Jadi, karena mereka sudah pengap, karena China itu memang luas tapi sebagian besar gurun, tanah yang subur tidak ada sepertiganya, sehingga mereka ingin melihat negara tetangga mana yang akan dicaplok dan semua pengamat yakin bahwa yang menimbulkan ‘ngiler’ ingin sekali dicapai itu Indonesia, bukan yang lain,” tutur mantan ketua MPR ini.


Menurut Amien, di Indonesia yang luas dan potensi kekayaan alamnya melimpah telah tinggal banyak sekali orang asal China. 


Mereka bukanlah orang biasa dalam kaitan politik lebensraum. 


”Jangan lupa sudah ada sekian juta orang Tionghoa, orang China itu yang akan menjadi agent of lebensraum yang sudah siap. Bahkan tol laut itu itu jelas sekali, tol laut itu menghamba kepada OBOR (One Belt, One Road) berapap un dihutangi untuk menjadi debt trap,” kata Amien. [Democrazy/sindo]