-->

Breaking

logo

30 November 2021

Alasan Erick Thohir Masuk Banser: Saya Ingin Mewakafkan Pikiran & Tenaga untuk Masyarakat

Alasan Erick Thohir Masuk Banser: Saya Ingin Mewakafkan Pikiran & Tenaga untuk Masyarakat

Alasan Erick Thohir Masuk Banser: Saya Ingin Mewakafkan Pikiran & Tenaga untuk Masyarakat

DEMOCRAZY.ID - Menteri BUMN Erick Thohir bergabung menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). 


Erick bahkan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/11).


Erick juga didaulat sebagai anggota kehormatan Banser. Awalnya Erick disematkan sebagai 'Sahabat Banser' pada Juni 2021. 


Saat itu, Erick Thohir menggandeng Banser sebagai mitra pendamping pada program Pemberdayaan UMKM yang digelar Kementerian BUMN.


Alasan Erick Masuk Banser


Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Banser selama ini telah berkomitmen jihad untuk NKRI dan menjunjung tinggi keberagaman serta perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia.


Erick mengaku kerap berdiskusi dengan keluarga besar Banser dalam upaya menjaga NKRI ke depan. 


Dengan bergabungnya sebagai anggota Banser, Erick ingin menyumbangkan pikirannya untuk Indonesia melalui Banser.


"Insyaallah, saya akan mewakafkan pikiran saya, energi saya, kemampuan saya untuk kebenaran untuk kesejahteraan masyarakat," ungkap Erick.


Erick Ikut Jalan Jongkok dan Merangkak


Erick mengikuti seluruh tes masuk untuk menjadi anggota Banser. 


Mulai dari jalan jongkok dan merayap, mencari baret, hingga meneriakkan yel-yel.


Erick disebut bersemangat dan tidak ingin kalah dengan puluhan calon anggota Banser lain.


Ketua PP GP Ansor, Rahmat Hidayat Pulungan, menyebut, siapa pun boleh bergabung dengan Banser selama sejalan dengan tugas organisasi, yakni menjaga agama, bangsa dan negara.


Komisaris PT Kimia Farma Tbk ini menambahkan, anggota Banser memiliki tugas kemanusiaan. 


Siapa pun yang diangkat menjadi anggota Banser wajib menjalankan misi ini.


"Kita wajib menolong siapa pun yang membutuhkan bantuan kita. Diminta tidak diminta, kita harus membantu mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan," tegasnya. [Democrazy/kmpr]