Akui Dapat Tekanan Luar Biasa di Kasus Jiwaraya, Erick Thohir: Jadi Pemimpin Diam-Diam Aja Ngapain? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

Akui Dapat Tekanan Luar Biasa di Kasus Jiwaraya, Erick Thohir: Jadi Pemimpin Diam-Diam Aja Ngapain?

Akui Dapat Tekanan Luar Biasa di Kasus Jiwaraya, Erick Thohir: Jadi Pemimpin Diam-Diam Aja Ngapain?

Akui Dapat Tekanan Luar Biasa di Kasus Jiwaraya, Erick Thohir: Jadi Pemimpin Diam-Diam Aja Ngapain?

DEMOCRAZY.ID - Menteri BUMN Erick Thohir membahas kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mencapai total kerugian negara hingga Rp16,81 triliun.


Menurut Erick Thohir, konteks di Jiwasraya itu lain, karena yang terjadi di Persero tersebut merupakan Penanaman Modal Negara (PMN) restrukturisasi.


"Kalau ditanya, situasi Jiwasraya itu kan memang hari ini? Bukan kan? Bang Akbar tahu dari 2006 dari 2012 sudah bermasalah," katanya, dilansir dari YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Selasa, 23 November 2021.


"Tapi aku ini kan diberi kepercayaan masa saya harus menutup mata untuk sesuatu yang sudah dalam keadaan kritis," sambungnya.


Erick Thohir mengatakan bahwa kasus di Jiwasraya menyangkut dana pensiunan banyak orang.


Sama saja dengan kasus yang terjadi di Asabri, yang menyangkut pensiunan para TNI maupun Polri.


"Masa saya sebagai pemimpin yang diberi amanah saya diem aja," tuturnya.


Dia menyampaikan paling mudah memang tidak mencari masalah atau menutup mata akan kasus yang terjadinya.


Lalu kemudian melemparnya ke menteri berikutnya yang akan menjabat agar dia saja yang mengurus, tetapi Erick Thohir menegaskan dirinya tak bisa seperti itu.


"Paling gampang, Bang, jangan cari masalah, toh nanti kita lempar aja ke menteri berikutnya. Tapi ya empati saya, hati saya nggak bisa, ketika pensiunan itu uangnya dirampok," ujarnya.


"Dan saya mendapat tekanan yang luar biasa, ya tapi kembali ketika lapor Bapak Presiden, (kata) Pak Presiden jalankan," ucapnya menambahkan.


Dia mengungkapkan bahwa dirinya juga bertemu dengan Jaksa Agung saat itu, serta Sri Mulyani yang saling berkomitmen untuk menyelesaikan kasus.


"Siapa yang menekan?" tanya Politisi Akbar Faizal.


Erick Thohir mengatakan banyak pihak yag menekan, bahkan di Mahkamah Agung saja masih ada 17 tuntunan, yang dikatakan kalau aset-aset Jiwasraya sudah berpindah tangan. 


Jaksa Agung pun menanyakan ke mana set tersebut berpindah tangan, dan dia melihat semua itu ada transaksi di belakangnya.

pkry

Sementara saat ini merupakan era yang terbuka, sudah ada PPATK, serta pihak lain yang mengawasi.


"Kalau kita jadi pemimpin, mau diam-diam aja ya ngapain?" ucapnya.


Erick Thohir mengatakan sekarang Indonesia memiliki presiden yang menurutnya jauh dari konflik dan masih terus konsisten hingga hari ini.


"Dalam arti hal-hal yang positif buat rakyat ya ini momen yang luar biasa yang harus kita lakukan dengan baik," pungkasnya. [Democrazy/pkry]