Ahok ke Sulawesi Utara, Antrean Panjang Solar di SPBU Tiba-tiba Hilang | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

Ahok ke Sulawesi Utara, Antrean Panjang Solar di SPBU Tiba-tiba Hilang

Ahok ke Sulawesi Utara, Antrean Panjang Solar di SPBU Tiba-tiba Hilang

Ahok ke Sulawesi Utara, Antrean Panjang Solar di SPBU Tiba-tiba Hilang


DEMOCRAZY.ID - Kedatangan Basuki Tjahaja Purnama (BTP), Komisaris Utama PT Pertamina, ternyata langsung memberikan efek luar biasa di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang tersebar di Sulawesi Utara.


Ahok, sapaan akrabnya yang tiba di Sulawesi Utara pada Senin (22/11) kemarin, langsung membuat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBU, tiba-tiba hilang. 


Padahal, di tiga bulan terakhir, setiap hari antrean solar bisa mencapai 200 meter di setiap SPBU.


Bahkan, di beberapa SPBU yang ada di ruas jalan utama, antrean panjang itu membuat jalanan menjadi macet, karena rata-rata yang mengantre adalah kendaraan besar.


Hilangnya antrean panjang di SPBU ini disampaikan oleh sejumlah warga Kota Manado dan sekitarnya. 


Mereka menilai efek Ahok sangat besar, sehingga mampu membuat BBM jenis solar yang awalnya langka tiba-tiba tersedia dengan banyak.


"Waoooo Amazing. Pak BTP (Ahok) datang ke Manado dan Bitung, antrian mobil di SPBU untuk membeli BBM jenis solar tidak panjang," tulis Stenly Tamo, pelaku usaha di bidang pengiriman barang yang merasakan sulitnya mendapatkan Solar.


Senada disampaikan Denny Tar, warga Manado lainnya. 


Ia menilai jika kedatangan Ahok membuat mafia solar yang selama ini menimbun solar bersubsidi takut untuk beroperasi, karena telah mendapatkan instruksi.


"Mafia solar istirahat dulu karena pak Ahok datang. Nanti, kalau sudah beberapa hari, aman lagi," kata Denny.


Sekadar diinformasikan, Ahok datang ke Sulawesi Utara untuk melihat secara langsung kesiapan pengoperasian instalasi pembangkit Binary berkapasitas 1x500 KW Net, yang ada di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong. [Democrazy/kmpr]