Herbert Nababan, Eks Penyidik KPK yang Kini Jualan Online dan Ternak Kambing | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 13 Oktober 2021

Herbert Nababan, Eks Penyidik KPK yang Kini Jualan Online dan Ternak Kambing

Herbert Nababan, Eks Penyidik KPK yang Kini Jualan Online dan Ternak Kambing

Herbert Nababan, Eks Penyidik KPK yang Kini Jualan Online dan Ternak Kambing

DEMOCRAZY.ID - Mantan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Herbert Nababan, kini harus merintis usaha baru selepas dirinya tidak bekerja di komisi antirasuah.


Dia harus menghidupi keluarganya dengan membantu jualan online milik istrinya. 


Tak hanya itu, saat ini Herbert juga mulai merintis usaha ternak kambing di sela-sela membantu jualan istrinya.


Kisah haru tersebut diceritakan rekan Herbert di KPK, Aulia Postiera, melalui akun Twitter pribadinya @paijodirajo, Rabu (13/10/2021). Herbert dan Aulia merupakan bagian dari 57 pegawai KPK yang dipecat karena dinyatakan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).


"Herbert Nababan nama lengkapnya. Salah seorang penyidik senior KPK, yang bergabung melalui program Indonesia Memanggil 1 (IM1). Sementara ini, menyibukkan membantu istrinya jualan online dan mulai merintis usaha ternak kambingnya," demikian cuitan Aulia Postiera.


Aulia membeberkan bahwa Herbert adalah putra Batak, yang kemudian besar di Tanjungpinang. 


Ia melihat sosok Herbert sebagai seorang pembelajar sejati karena dididik oleh orang tuanya yang tak lain adalah pensiunan guru. Hal itu juga terungkap dari gelar yang disandang Herbert.


"Didikan orang tuanya yang seorang pensiunan guru, membentuk dirinya menjadi seorang pembelajar sejati. Herbert seorang Sarjana Teknik, Sarjana Hukum, Master Hukum dan sedang berencana untuk melanjutkan ke program Doktoral," bebernya.


Herbert Nababan, Eks Penyidik KPK yang Kini Jualan Online dan Ternak Kambing

Menurut Aulia, Herbert salah satu pegawai yang kaya pengalaman di lembaga antirasuah. 


Herbert, dipaparkan Aulia, pernah menjadi fungsional Kedeputian Pencegahan, fungsional Direktorat Pengembangan Jaringan dan kemudian selama sembilan tahun terakhir menjadi penyidik KPK.


"Sebagai Penyidik, Herbert sudah menangani banyak perkara korupsi dan pencucian uang," imbuhnya.


Adapun, salah satu kasus yang pernah ditangani Herbert yakni terkait pengurusan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai yang menyeret mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju. 


Sayangnya, Herbert tak sempat membongkar dugaan skandal kasus tersebut karena sudah dipecat lebih dulu.


Lebih lanjut, Aulia mengaku intens berkomunikasi dengan Herbert sejak dinonaktifkan pimpinan KPK pada Mei 2021. 


Hingga akhirnya, keduanya kini benar-benar dipecat oleh KPK. Aulia menceritakan bahwa Herbert kini sibuk membantu istrinya untuk packing barang hingga mengantar pesanan jualannya.


"Memang sejak dua tahun terakhir, istri Herbert memutuskan berhenti bekerja dan memulai bisnis jualan pakaian dan kebutuhan anak-anak dari rumah. Ini adalah lapak jualan mereka di toko online, ID Tokonya: Toko Tatan," beber Aulia


"Sesekali Herbert mengirimkan foto dan videonya sedang bersantai di kebon miliknya kepada saya. Saat ini, ia juga sedang belajar sambil merintis usaha ternak kambing kecil-kecilan," imbuhnya


Sekadar informasi, terdapat 76 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus TWK dalam rangka alih status menjadi ASN. 


Dari jumlah itu, 18 pegawai dilantik sebagai ASN setelah mengikuti Diklat Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan. 


Sementara satu pegawai telah purnatugas, dan 57 orang lainnya akan diberhentikan per tanggal 30 September 2021. [Democrazy/okezone]