UIN Sunan Kalijaga Bakal Beri Gelar DR HC untuk Sri Paus Vatikan dan Syekh Al Azhar | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

UIN Sunan Kalijaga Bakal Beri Gelar DR HC untuk Sri Paus Vatikan dan Syekh Al Azhar

UIN Sunan Kalijaga Bakal Beri Gelar DR HC untuk Sri Paus Vatikan dan Syekh Al Azhar

UIN Sunan Kalijaga Bakal Beri Gelar DR HC untuk Sri Paus Vatikan dan Syekh Al Azhar

DEMOCRAZY.ID - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta, sudah mengajukan rencana penganugerahan gelar doktor kehormatan atau Dr. HC. kepada Sri Paus Vatikan dan Grand Syekh Al Azhar.


"Alhamdulillah, mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kami sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Mensesneg, Menlu, dan pihak terkait. Semua menyambut baik untuk pemberian gelar kehormatan ini," kata Rektor UIN Suka, Al Makin dilansir dari uin-suka.ac.id, Selasa (26/07/21).


Kata Al Makin, rencana pemberian gelar itu sebagai wujud apresiasi atas peran, jasa, dan prestasi atau karya yang luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.


Selain kedua tokoh agama duni tersebut, lanjut Makin, banyak juga orang-orang yang layak untuk diberikan penghargaan dan akan memberikan dampak banyak atau multiple effect bagi masyarakat. 


Makin menyebut, jika kedua tokoh agama dunia tersebut berkenan datang ke Indonesia, akan memberi impact luar biasa bagi dunia Internasional.


"Semoga ini mendapat pengaruh pada tingkat nasional dan internasional dan dapat memberikan motivasi yang lebih bagi penerimanya sekaligus menjadi teladan bagi yang lainnya," harapnya.


Terpisah, Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mendukung dan mendorong rencana pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) kepada kedua tokoh agama dunia itu. 


Namun tentu dengan memperhatikan regulasi yang ada, agar tidak ada yang mempersoalkan di kemudian hari.


“Kehati-hatian itu jauh lebih penting. Jika sesuai regulasi, secara administrasi bisa diberi gelar kehormatan, saya mendorong ini untuk ditindaklanjuti,” sambung Yaqut.


Yaqut mengungkapkan, pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) bagi tokoh agama dunia tersebut sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 sebagai tahun toleransi.


“Ini nyambung dengan pencanangan Presiden pada 2022 sebagai tahun toleransi. Pemberian gelar kehormatan kepada kedua tokoh, momentumnya sangat kuat. Menghadirkan kedua tokoh di Indonesia menjadi opsi pertama,” tambah Yaqut.


Terkait teknis pemberian gelar kehormatan Doktor (HC), KOMPAS.TV mengonfirmasi Humas UIN Suka. 


Kata dia, pemberian gelar kehormatan tersebut masih proses dan masih harus menunggu keputusan presiden.


"Masih rapat koordinasi dengan pusat," katanya saat dihubungi, Selasa siang.


Adapun penyelenggaraannya, lanjut Humas UIN Suka, bisa diselenggarakan secara virtual atau dengan menghadirkan kedua tokoh agama dunia tersebut ke Indonesia.


"Masih proses. Ini, kan, rencananya masih 2022," singkatnya. [Democrazy/kmp]