Tuntutan Demo BEM SI Tak Direspon Jokowi, Refly Harun: Sudah Diduga, Kalaupun Direspon Paling Juga Lip Service! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Tuntutan Demo BEM SI Tak Direspon Jokowi, Refly Harun: Sudah Diduga, Kalaupun Direspon Paling Juga Lip Service!

Tuntutan Demo BEM SI Tak Direspon Jokowi, Refly Harun: Sudah Diduga, Kalaupun Direspon Paling Juga Lip Service!

Tuntutan Demo BEM SI Tak Direspon Jokowi, Refly Harun: Sudah Diduga, Kalaupun Direspon Paling Juga Lip Service!

DEMOCRAZY.ID - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai aksi BEM SI yang demo di Jakarta tak direspon Presiden Jokowi memang sudah diprediksi. Kalaupun direspon, itupun hanya lips service.


"Ini adalah hasil yang pasti sudah diduga ya tidak akan di respon, kalaupun direspon paling Lips Service," katanya di Channel Youtube Relfy Harun, Selasa 26 Oktober 2021.


Lebih lanjut, Refly Harun menyatakan bukan tanpa alasan BEM SI demo di depan Istana tidak direspon Jokowi. Sebab, yang disampaikan mahasiswa ini bukanlah persoalan yang mudah.


"Seperti membalikkan telapak tangan, atau gaya Bandung Bondowoso, cerita kuil roro jonggrang, tidak bisa," kata Refly Harun.


Misalnya, lanjut Relfy Harun, dalam tuntutan BEM SI demo itu adalah penyelesaian HAM masa lalu.


"Jangankan HAM masa lalu, masa kini aja sulit, sulit diselesaikan sebagamana kasus 6 laskar FPI," kata Refly Harun.


Meski demikian, kata Refly Harun, paling tidak ada komitmen untuk menyelesaikan dari orang nomor satu di republik ini.


"Ada yang bisa dihandle langsung misalnya, penerbitan Perpu untuk membatalkan omnibus law, undang-undang cipta kerja, itu bisa dan beberapa tuntutan lainnya," jelas Refly Harun.


Seperti diketahui, malam ini Selasa 20 Oktober 2021 tepatnya pada pukul 20.00 WIB melakukan konsolidasi terkait demo beberapa waktu lalu tak direspon Presiden Jokowi.


"KONSOLIDASI NASIONAL ALIANSI BEM SELURUH INDONESIA] Undangan Konsolidasi,

Waktu: Selasa, 26 Oktober 2021

Pukul: 20.00 WIB s.d. matang eskalasi

Tempat: Zoom meeting," tulis akun instagram BEM SI yang dikutip Isu Bogor, Selasa 20 Oktober 2021.


Dalam undangan itu juga dijelaskan bahwa merujuk pada hasil aksi gruduk Istana Oligarki 7 Tahun Jokowi Mengkhianati Rakyat, maka Dalam waktu 3x24 jam pasca aksi 21 oktober 2021, Aliansi BEM Seluruh Indonesia menuntut Kepala Staf Kepresidenan Bapak Moeldoko memberikan kajian BEM SI kepada Presiden jokowi dibuktikan dengan foto dokumentasi.


"Kedua adanya tanggapan bapak presiden jokowi terkait kajian yang telah diberikan. dan Ketiga Terealisasi nya selusin tuntutan rakyat dalam waktu dekat sebagai komitmen perbaikan dari bapak presiden jokowi," kata Koordinator Media BEM SI 2021 Muhammad Rais.


Muhammad Rais juga menyatakan pihaknya tidak akan berhenti untuk kembali berunjukrasa menuntut Presiden Jokowi.


"Kami ada dan terus berlipat ganda. Panjang Umur Perjuangan! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia," tulisnya. [Democrazy/isubog]