Ternyata Ada 'Kisah Tragis' Putri Cantik Dibalik Asal-usul Nama Sirkuit Mandalika untuk MotoGP | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 12 Oktober 2021

Ternyata Ada 'Kisah Tragis' Putri Cantik Dibalik Asal-usul Nama Sirkuit Mandalika untuk MotoGP

Ternyata Ada 'Kisah Tragis' Putri Cantik Dibalik Asal-usul Nama Sirkuit Mandalika untuk MotoGP

Ternyata Ada 'Kisah Tragis' Putri Cantik Dibalik Asal-usul Nama Sirkuit Mandalika untuk MotoGP

DEMOCRAZY.ID - Nama Sirkuit Mandalika pastinya tak asing bagi para penggemar balap tanah air di tahun 2021.


Pasalnya Sirkuit Internasional satu ini akan menjadi tuan rumah dari ajang balap MotoGP Indonesia 2022 20 Maret 2022 mendatang.


Tak hanya itu saja, Sirkuit Mandalika juga akan menjadi tuan rumah dari ajang balapan lain seperti World Superbike (WSBK) 2021 dan Asian Talent Cup (ATC) yang menjadi balap pembibitan para rider muda sebelum akhirnya masuk kelas MotoGP.


Tapi, tak banyak yang tahu apa asal dan usul dari penamaan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini.


Apa yang menjadi sejarah dan asal usul dari penamaan sirkuit internasional sepanjang 4,31 kilometer tersebut?


Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa, 12 Oktober 2021, nama Mandalika ternyata diambil dari cerita lokal yang ada di Lombok.


Cerita lokal tersebut merupakan kisah pengorbanan seorang putri cantik bernama Putri Mandalika. Pada jaman dulu kala, ada seorang raja yang memerintah sebuah wilayah yang tentram dan makmur. Raja itu kemudian dikaruniai seorang putri yang cantik bernama Mandalika.


Mandalika yang memiliki paras cantik dan tutur yang lembut sangat sempurna di kalangan rakyat dan kedua orang tuanya.


Hal tersebut membuat cerita dari Putri Mandalika ini terdengar dari berbagai pangeran di kerajaan lainnya.


Tak terhitung jari lagi berapa banyak pangeran yang berusaha mendapatkan hati si Putri Mandalika ini.


Tetapi akhirnya sang raja menyerahkan keputusan pada putrinya untuk memilih siapa pria yang berhak menjadi pasangan seumur hidupnya.


Demi tanggung jawab itu, Putri Mandalika pergi bertapa untuk mencari petunjuk.


Usai bertapa, Putri Mandalika mengundang seluruh pangeran dan pemuda yang ingin melamarnya untuk berkumpul pada tanggal 20 di bulan 10 pada penanggalan Sasak.


Para kandidat diminta untuk berkumpul di Pantai Seger (sekarang lebih dikenal dengan Pantai Kuta Lombok) pada pagi buta.


Pada saat semua pangeran, pemuda, beserta keluarga kerajaan lainnya berkumpul, Putri Mandalika yang berdiri di atas Bukit Seger memberikan pengumuman yang cukup mengejutkan.


Ia berkata kalau ia akan menerima semua lamaran yang diajukan kepadanya. Ia melakukan hal tersebut karena takut pulau yang dipimpin oleh ayahnya akan menjadi rusak karena adanya persaingan antar kerajaan.


Setelah pengumuman tersebut dibuatnya timbul pertanyaan dari para peserta yang terheran-heran.


Bagaimana mungkin satu orang putri tersebut bisa menerima lamaran dari puluhan (ratusan) orang yang ingin menjadi suami dari dirinya.


Saat yang lainnya terheran-heran, Putri Mandalika memutuskan untuk menjatuhkan dirinya ke laut dan hanyut ditelan ombak.


Melihat hal tersebut, para calon pelamar Putri Mandalika berusaha menyelamatkan sang permaisuri dari derasnya ombak.


Sayangnya, tak ada satupun dari mereka yang berhasil melakukan hal tersebut dan tubuh sang putri hilang ditelan laut.


Setelah kepergian sang putri, dari laut muncul binatang-bintang kecil yang jumlahnya amat banyak dan menyerupai cacing panjang.


Oleh warga setempat ternyata cacing tersebut dikenal dengan sebutan 'Nyale' dan dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.


Tak hanya dijadikan sebagai nama sirkuit untuk ajang MotoGP Indonesia 2022 saja, ternyata pengorbanan Putri mandalika ini juga dikenang oleh masyarakat Lombok.


Mereka setiap bulan Maret setiap tahunnya selalu memperingati kematian sang Putri Mandalika dengan Upacara Nyale atau Bau Nyale.


Dalam acara tersebut, seluruh masyarakat Lombok dari wilayah Kute, Pantai Seger, Pantai Kaliantan hingga Pantai Tabuan berkumpul di Pantai Kuta Lombok.


Mereka semua berharap bisa bertemu dengan jelmaan Putri Mandalika dengan cara menangkap cacing Nyale.


Masyarakat datang dan membawa jaring atau penangkap lainnya demi mendapatkan 'Putri Mandalika'. Masyarakat pun berenang ke dalam laut demi bisa mendapatkan satu bakul penuh cacing nyale tersebut. [Democrazy/pk-ry]