Sri Mulyani Ngeluh ke Megawati soal Kerugian Bencana Capai Triliunan | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 28 Oktober 2021

Sri Mulyani Ngeluh ke Megawati soal Kerugian Bencana Capai Triliunan

Sri Mulyani Ngeluh ke Megawati soal Kerugian Bencana Capai Triliunan

Sri Mulyani Ngeluh ke Megawati soal Kerugian Bencana Capai Triliunan

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani sempat mengeluh karena kerugian akibat bencana alam bisa mencapai triliunan rupiah.


Megawati menyampaikan hal itu saat berbicara soal potensi kerugian akibat bencana di Indonesia. Jumlah itu, kata Megawati, belum termasuk kerugian bencana akibat konflik.


"Saya tanya dengan Ibu Menteri Keungan. Ibu, Sri Mulyani. Beliau tuh sampe bilang gini, `aduh Ibu, kerugian akibat bencana alam, saya belum nanya bencana konflik itu masuk udah triliunan ibu`," ungkap Mega dalam video sambutan dirinya di pelatihan kebencanaan PDIP, Rabu (27/10).


Kendati demikian, Mega tak secara rinci menjelaskan angka kerugian dihitung dalam kurun waktu berapa tahun.


Dalam kesempatan itu, Megawati berbagi pengalamannya saat diingatkan Wakil Presiden AS ke-45, Al Gore bahwa Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana.


Kepada Mega, Al Gore menyebut Indonesia akan mengalami bencana besar jika masyarakat tak segera memiliki kesadaran pada lingkungan.


"Jadi waktu saya yang bilang bertemu dengan Al Gore, beliau mengatakan bahwa negaramu itu sangat fragile. Oh iya. Makanya, kami masuk ke dalam ring of fire," kata Megawati.


Kepada Megawati, yang kala itu menjabat wakil presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Al Gore mengingatkan bahwa potensi bencana itu terjadi akibat perubahan iklim dan pemanasan global.


Putri Presiden Pertama RI itu juga bercerita pengalamannya saat berkunjung ke Bhutan, salah negara yang menjadi perhatian UNESCO.


Sama seperti Nepal, Bhutan adalah negara yang berada di bawah Pegunungan Himalaya yang penuh es. Namun akibat pemanasan global, es-es itu mulai mencair dan terbelah.


"Es-nya patah-patah dan membuat di daerah Bhutan, Himalaya, itu. Terjadi danau yang terdiri dari es sehingga selalu diamati oleh UNESCO. Bahwa kalau suatu ketika satu saja retak, ini disaster bagi Bhutan. Bisa sebagian Bhutan itu tenggelam," kata dia.


Megawati menyebut bahwa ancaman bencana itu juga tak jauh berbeda di Indonesia. Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik, Indonesia adalah negara yang rentan terhadap bencana.


Dia berujar salah satu penyebab bencana alam di Indonesia adalah akibat para kepala daerah yang lalai. 


Padahal, menurut Megawati, bencana alam sebetulnya bisa dihindari dengan bantuan teknologi, di samping kesadaran masyarakat.


"Saya bukan mau sok-sokan. Saya ingin sharing pengalaman. Bahwa ini sebenarnya bisa. Asal kita gotong royong," katanya. [Democrazy/law]