Soal Tinggalkan Islam Demi Agama Lain, Gus Miftah: Itu Lebih Baik daripada Tak Punya Agama | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Soal Tinggalkan Islam Demi Agama Lain, Gus Miftah: Itu Lebih Baik daripada Tak Punya Agama

Soal Tinggalkan Islam Demi Agama Lain, Gus Miftah: Itu Lebih Baik daripada Tak Punya Agama

Soal Tinggalkan Islam Demi Agama Lain, Gus Miftah: Itu Lebih Baik daripada Tak Punya Agama

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah kondang bernama Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengatakan bahwa lebih baik seorang pindah agama daripada menjadi ateis. 


Pada awalnya, Gus Miftah membahas soal fenomena pindah agama alias murtad dan sekelompok orang yang memiliki aliran kepercayaan ateis. 


Hal itu diungkap oleh Gus Miftah saat berbincang dengan seorang Pendeta bernama Gilbert Lumoindong.


Gus Miftah menceritakan pengalaman pribadinya yang bertemu dengan seorang ateis dan membuatnya masuk Islam dalam waktu 10 menit. 


Kala itu, kata Gus Miftah, ia mengisi sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta.


Di sela acara, ia bertemu dengan seorang warga negara asing (WNA) Islandia yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan alias ateis. 


Gus Miftah lantas bertanya, mengapa wanita berusia 22 tahun itu memilih untuk menjadi ateis. WNA Islandia menjawab bahwa baginya, agama dan Tuhan hanyalah fiksi belaka.


Singkat cerita, wanita itu bertanya, mengapa wanita dalam Islam harus diperlakukan seperti menutup diri dengan jilbab dan tak boleh bersentuhan dengan lawan jenis. 


Gus Miftah lantas menceritakan dengan menganalogikan seorang Ratu Elizabeth yang dianggap suci oleh rakyatnya. 


“Kamu tahu enggak kemuliaan seorang Ratu Elizabeth, karena begitu mulianya dia, dia dianggap suci oleh rakyatnya, enggak bisa semua orang bersalaman, jangankan bersalaman, mendekat saja dilarang,” tutur Gus Miftah. 


Ia pun mengatakan bahwa Islam sangat menghargai keberadaan wanita. 


Kami, ucap Gus Miftah, umat Islam memperlakukan wanita muslim layaknya seorang Ratu Elizabeth. 


Sontak saja, WNA Islandia itu terkagum dan memutuskan untuk masuk Islam saat itu juga. 


Dengan begitu, Gus Miftah mengatakan bahwa lebih baik orang berpindah agama daripada menjadi ateis. 


“Makanya kalau ada orang bilang lebih baik ateis daripada beragama atau pindah agama, saya tidak setuju,” timpal Gus Miftah. “Saya pikir ini keberagaman, apapun agama kalian,” pungkasnya. [Democrazy/terkini]