Singgung Kapasitas Menag Yaqut, Pendiri Pusat Dakwah Islam: Penyelenggara Negara Kok Tuna Sejarah! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Singgung Kapasitas Menag Yaqut, Pendiri Pusat Dakwah Islam: Penyelenggara Negara Kok Tuna Sejarah!

Singgung Kapasitas Menag Yaqut, Pendiri Pusat Dakwah Islam: Penyelenggara Negara Kok Tuna Sejarah!

Singgung Kapasitas Menag Yaqut, Pendiri Pusat Dakwah Islam: Penyelenggara Negara Kok Tuna Sejarah!

DEMOCRAZY.ID - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang klaimnya bahwa Kemenag sebagai hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) masih menjadi sorotan publik. 


Dengan klaim Menag Yaqut tersebut, beberapa tokoh justru menyebut pernyataan Menag Yaqut dianggap sebagai cacat sejarah dan miskin literasi.


Salah satu tokoh yang menyebut hal tersebut adalah Pendiri Pusat Dakwa Islam yang juga Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, Ustadz Fahmi Salim (UFS). 


Melalui akunnya @Fahmisalim2 heran dengan pernyataan Menag Yaqut sebagai penyelenggara negara dan menyebutnya tuna sejarah serta miskin literasi. 


"Saya heran dan takjub sekali, penyelenggara negara kok tuna sejarah dan miskin literasi," tulis cuitannya pada 26 Oktober 2021.


Ustadz yang juga pendiri Al-Fahmu Institute ini juga memberikan tegurannya kepada Menag Yaqut. 


Dengan klaimnya yang salah mengenai sejarah Kemenag, Yaqut bisa dilaporkan karena menyebarkan hoaks.


"Pak Menteri ini bisa dilaporkan menyebar hoax terkait sejarah kemenag yg dia pimpin sendiri dan sejarah pencoretan 7 kata piagam jakarta," tambahnya.


Dalam klarifikasinya Menag Yaqut menyebut bahwa pernyataannya sebagai informasi internal NU. 


Meski begitu pernyataan tersebut beredar luas di media sosial karena disampaikan dalam sebuah Zoom dan dianggap sebagai klaim yang salah. [Democrazy/pkry]