Sebut Rezim Jokowi Alami ‘Pembusukan’ Intelektual, Rocky Gerung: Seluruh Jubir Istana Itu Dungu! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 29 Oktober 2021

Sebut Rezim Jokowi Alami ‘Pembusukan’ Intelektual, Rocky Gerung: Seluruh Jubir Istana Itu Dungu!

Sebut Rezim Jokowi Alami ‘Pembusukan’ Intelektual, Rocky Gerung: Seluruh Jubir Istana Itu Dungu!

Sebut Rezim Jokowi Alami ‘Pembusukan’ Intelektual, Rocky Gerung: Seluruh Jubir Istana Itu Dungu!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung kembali memberikan kritik tajam terkait pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Rocky Gerung bahkan menyebut bahwa saat ini rezim Jokowi tengah mengalami sebuah pembusukan secara intelektual.


Tak tanggung-tanggung, ia bahkan menyebut bahwa seluruh juru bicara (jubir) yang ada di Istana Presiden hanyalah kumpulan orang-orang dungu yang berkumpul untuk menutupi kedunguan Istana.


“Kita lihat bahwa rezim ini mengalami pembusukan secara intelektual, gak ada mutu atau pikiran yang timbul dari Istana,” kata Rocky Gerung seperti dikutip dari Youtube Refly Harun pada 29 Oktober 2021.


Karena inilah, Rocky Gerung tak heran jika saat ini banyak jubir Presiden yang justru diusir dari Istana dan diangkat jadi duta besar (dubes) negara sahabat.


“Seluruh juru bicara Istana itu dungu karena itu satu-satu disingkirkan hanya untuk menutupi kedunguan istana, ada yang jadi dubes lah, ada yang jadi komisaris lah,” ujar Rocky Gerung.


“Tapi kedunguan itu melekat di Istana, karena ini sistem kedunguannya ada di istana,” sambungnya.


Lebih lanjut, Rocky Gerung juga menyinggung soal sikap pemerintah terhadap mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).


Rocky Gerung mengatakan bahwa HRS saat ini sudah menjadi monumen yang menjadi ‘ancaman’ bagi Istana.


Ia lantas mengungkap alasan mengapa Habib Rizieq bisa menjadi sebuah monumen. Rocky Gerung mengatakan bahwa Habib Rizieq adalah sosok yang bisa memperlihatkan batas antara etis dan tidak etis, serta intelektual dan intelektual.


“Orang akhirnya nunggu kontras moral antara rezim Jokowi dan Habib Rizieq, kontras itu diperlihatkan di pengadilan,” ucap Rocky Gerung.


Rocky Gerung bahan mengatakan bahwa untuk mengukur legitimasi Jokowi tidak perlu lagi digunakan survei, melainkan hanya cukup melihat kontras moral di pengadilan HRS.


Ia bahkan menyebut bahwa Habib Rizieq termasuk tokoh keajaiban rasional. Hal ini karena, Habib Rizieq muncul di saat Indonesia tengah mengalami demoralisasi.


“Tiba-tiba Habib Rizieq sekarang tumbuh sebagai tokoh keajaiban rasional, karena Habib Rizieq datang ketika Indonesia mengalami demoralisasi dalam semua hal, KPK, komisaris-komisaris,”  ujar Rocky Gerung.


“Karena itu saya anggap Habib Rizieq bukan momentum, tapi dia sudah jadi monumen,” pungkasnya. [Democrazy/kabes]