Romo Syafi'i Sebut Investigasi Kepolisian atas Tragedi KM50 Hanya 'Lucu-lucuan', Begini Penjelasannya | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Romo Syafi'i Sebut Investigasi Kepolisian atas Tragedi KM50 Hanya 'Lucu-lucuan', Begini Penjelasannya

Romo Syafi'i Sebut Investigasi Kepolisian atas Tragedi KM50 Hanya 'Lucu-lucuan', Begini Penjelasannya

Romo Syafi'i Sebut Investigasi Kepolisian atas Tragedi KM50 Hanya 'Lucu-lucuan', Begini Penjelasannya

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Gerindra Romo Syafi'i menyebut investigasi kepolisian atas tragedi KM50 hanyalah sebagai 'lucu-lucuan' semata.


Romo Syafi'i tak menganggap main-main terkait hal tersebut, karena tragedi KM50 telah menewaskan enam orang anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).


Dia mengatakan bahwa informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber menandakan perlunya investigasi yang lebih akurat terhadap tragedi KM50.


"Sebenarnya dari informasi yang kita serap baik dari FPI, rekonstruksi Bareskrim, statement Kapolda, informasi dari media, dan lain sebagainya jelas menunjukkan bahwa diperlukan investigasi yang lebih akurat," kata Romo Syafi'i sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 27 Oktober 2021.


Romo Syafi'i mempertanyakan sikap kepolisian yang tak menghadirkan tersangka dan saksi serta korban (jika masih hidup) dalam rekonstruksi tragedi KM50, yang seharusnya menjadi persyaratan penting sebelum rekonstruksi dilakukan.


"Misalnya begini, pihak kepolisian melaksanakan rekonstruksi, tapi kan yang dihadirkan tersangka, kemudian saksi, kemudian korban kalau masih hidup. Rekonstruksi yang dilakukan pihak kepolisian ini tanpa tersangka, tanpa saksi, dan tanpa korban karena sudah meninggal," ujarnya.


Romo Syafi'i juga mempertanyakan statement dari perwakilan pihak kepolisian yang mengklaim olah TKP sebagai sebuah rekonstruksi.


Dia mengatakan bahwa hal tersebut menyebabkan kesimpulan investigasi tragedi KM50 terkesan tidak akurat.


"Kita bertanya 'Ini rekonstruksi apa?', mereka tidak mengatakan itu olah TKP. Nah ini pasti tidak akurat," katanya.


Romo Syafi'i mengatakan bahwa presiden sebagai seorang kepala negara harus menyatakan belasungkawa terhadap korban tragedi KM50.


Selain itu, Romo Syafi'i juga meminta presiden untuk mengusut tuntas tragedi KM50 dengan membentuk tim gabungan pencari fakta.


"Sebenarnya presiden sebagai kepala negara pertama dia harus belasungkawa dulu dong, karena enam warganya sudah tewas di luar pengadilan (extra judicial killing). Kemudian presiden sebagai pemegang tampuk tertinggi pemerintahan harus menginisiasi bagaimana peristiwa ini dibuka dengan terang benderang dan itu bisa dilakukan dengan membentuk tim gabungan pencari fakta," ujar dia.


Romo Syafi'i juga mengatakan bahwa kepolisian tak bisa diandalkan sebagai satu-satunya sumber untuk mengungkap fakta di balik tragedi KM50.


Menurutnya, saat ini setiap orang dapat menjadi wartawan dan menyebarkan berita, dan dia juga mengatakan bahwa investigasi tragedi KM50 yang dilakukan pihak kepolisian hanyalah 'lucu-lucuan' semata.


"Kalau kita mengandalkan informasi-informasi dari pihak kepolisian saja, hari ini karena setiap orang bisa jadi wartawan, orang bisa menjadi pemred, bisa memberikan berita, itu semuanya hampir dibilang lucu-lucuan," tuturnya. [Democrazy/kabes]