Risma: Kemensos Anggarannya Besar, Tapi Cuma Bisa Dilihat | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Risma: Kemensos Anggarannya Besar, Tapi Cuma Bisa Dilihat

Risma: Kemensos Anggarannya Besar, Tapi Cuma Bisa Dilihat

Risma: Kemensos Anggarannya Besar, Tapi Cuma Bisa Dilihat

DEMOCRAZY.ID - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan Kemensos memiliki anggaran yang cukup besar untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tergolong miskin dan terdampak bencana. 


Meski anggaran tersebut besar, Risma mengatakan anggaran tersebut hanya bisa dilihat karena pasti akan langsung disalurkan kepada masyarakat.


Hal ini disampaikan Risma saat menjadi salah satu narasumber dalam webinar 'Pelatihan Kebencanaan dengan tema La Nina, Fenomena dan Dampaknya' digelar PDIP.


"Pak Sekjen [Hasto Kristiyanto] ini bener. Saya kerjanya di mana-mana, Pak, tapi anggarannya Rp 350 M untuk bencana," kata Risma, Rabu (27/10).


"Kemensos itu gaya soalnya anggarannya besar, tapi banyak yang cuma bisa dilihat, karena [langsung] diserahkan ke yang membutuhkan," lanjutnya sambil tertawa.


Risma bahkan mengungkapkan pernah hampir 14 hari tidur di mobil. Hal itu dia lakukan untuk meninjau penanganan bencana di sejumlah daerah.


"Kapan kejadian banjir mulai [berangkat dari] Bekasi sampai ke Pekalongan sampai Semarang. Saya, kan, berangkat jam 7 malam, pulang pagi saya ngantor, jadi relatif 14 hari saya tidur di mobil," ungkapnya.


Lebih lanjut, Risma mengakui bahwa dalam penanganan bencana, sering kali pemerintah melakukan kesalahan karena kurang mengantisipasi potensi bencana di wilayahnya. 


Hal ini Risma rasakan ketika baru pertama kali menjabat Wali Kota Surabaya beberapa tahun yang lalu.


"Awal menjabat, 50% wilayah Surabaya banjir. Tapi kemarin saya tes relatif tidak ada banjir sama sekali," ungkapnya.


Dalam penanganan bencana, Risma bersyukur sudah banyak mendapatkan pengalaman dari kepemimpinannya di Surabaya dulu. 


Sehingga pengalaman itu yang kini dia pakai untuk membantu penanganan bencana di Indonesia sebagai Mensos.


"Beruntung saya punya pengalaman saat saya di Surabaya. Sehingga saya bisa lebih mudah menangani [bencana] di Indonesia," pungkasnya. [Democrazy/kmpr]