Refly Harun: Jangan Sampai Gegara Ucapan Gus Yaqut Kita Sesama Umat Islam Jadi Ribut & Terpecah | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Refly Harun: Jangan Sampai Gegara Ucapan Gus Yaqut Kita Sesama Umat Islam Jadi Ribut & Terpecah

Refly Harun: Jangan Sampai Gegara Ucapan Gus Yaqut Kita Sesama Umat Islam Jadi Ribut & Terpecah

Refly Harun: Jangan Sampai Gegara Ucapan Gus Yaqut Kita Sesama Umat Islam Jadi Ribut & Terpecah

DEMOCRAZY.ID - Belakangan ini pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas menuai kontroversi karena dianggap menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.


Pakar hukum tata negara Refly Harun turut berkomentar mengenai pernyataan Menag Yaqut terkait sejarah Kemenag yang menuai kontroversi.


"Ketika suatu kelompok mengunggulkan kelompok lainnya, maka dia akan merendahkan, mengecilkan, atau menihilkan peran kelompok lainnya. Padahal seharusnya, Menteri Agama itu menyejukkan dan mendinginkan," kata Refly Harun sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Selasa, 26 Oktober 2021.


Refly Harun menemukan adanya paradoks dari pernyataan dan sikap yang kerap dipertontonkan oleh Menag Yaqut kepada publik.


Dia menilai, Menag Yaqut cenderung bersikap baik dengan kelompok non-Muslim namun di sisi lain justru sangat ofensif terhadap sesama umat Islam di luar kelompoknya.


"Jadi dia berbaik-baik dengan kaum minoritas tapi tidak berbaik-baik dengan kelompok sesama Muslim, padahal harusnya semua dirangkul," ujarnya.


Refly Harun mengingatkan kepada Menag Yaqut agar tidak membuat hal-hal yang menyebabkan keributan di antara sesama umat Islam.


Dia juga menegaskan, umat Islam di Indonesia diikat dengan dua ukhuwah yakni ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah.


"Jangan sampai sesama Islam kita ribut, tetapi dengan yang tidak Islam malah mesra. Padahal, kita (umat Islam) diikat dengan dua ukhuwah yakni ukhuwah wathaniyah sebagai bangsa dan ukhuwah islamiyah sebagai orang yang sama agamanya," ucapnya.


Refly Harun juga mengingatkan kepada Menag Yaqut bahwa Kementerian Agama (Kemenag) wajib mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia dan tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik.


Dia menegaskan, adanya campur tangan kepentingan politik dalam tubuh Kemenag justru berpotensi besar menimbulkan perpecahan di kalangan umat beragama, bahkan di antara sesama umat Islam.


"Sekali lagi, seorang Menteri Agama itu harus mengayomi semuanya. Harus sejuk, beyond dari politik, bukan yang berpretensi menjadi pelindung kelompok-kelompok minoritas tetapi berhadapan dengan sesama Muslim," tuturnya. [Democrazy/kabes]