Profil Gus Baha, Kiai Muda Calon Penjegal Said Aqil Hattrick Ketum PBNU | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 08 Oktober 2021

Profil Gus Baha, Kiai Muda Calon Penjegal Said Aqil Hattrick Ketum PBNU

Profil Gus Baha, Kiai Muda Calon Penjegal Said Aqil Hattrick Ketum PBNU

Profil Gus Baha, Kiai Muda Calon Penjegal Said Aqil Hattrick Ketum PBNU

DEMOCRAZY.ID - Profil Gus Baha mulai dicari tahu usai namanya muncul dalam survei calon Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU). 


Hasil survei yang diselenggarakan Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) menunjukkan Gus Baha meraih hasil survei sebesar 12,4%.


Nama Gus Baha sendiri mulai populer lantaran video ceramah dirinya tersebar di media sosial. 


Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam mengatakan munculnya Gus Baha dalam survei menunjukkan peningkatan ekspektasi warga nahdiliyin terhadap para kiai muda.


Dia mengatakan kehadiran Gus Baha berkomitmen serius terhadap upaya penguatan tradisi intelektual pesantren yang belakangan dinilai sejumlah kalangan mengalami pergeseran metode pembelajaran dan output pendidikan pesantren yang diharapkan.


"Selain itu, media exposure Gus Baha di berbagai channel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga nahdliyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur," tutur Khoirul Umam, Kamis (7/10/2021).


Lantas seperti apa profil Gus Baha? Simak ulasannya yang telah dirangkum dari situs jatim.nu.or.id


Profil Gus Baha: Ulama Asal Rembang


Gus Baha memiliki nama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim. Gus Baha lahir pada 29 September 1970 di Narukan, Krangan, Rembang, Jawa Tengah.


Gus Baha merupakan putra dari pasangan ulama ahli al-Quran, KH Nursalim al-Hafizh dan Hj Yuchanidz Nursalim. 


Dari pihak ayah, dia adalah generasi keempat ulama ahli al-Quran. Sementara dari garis keturunan sang ibu, Gus Baha adalah bagian dari keluarga besar ulama Lasem, Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu.


Sejak belia, Gus Baha belajar Al-Quran dengan ayahnya. Di masa remaja, dia belajar ilmu agama lebih dalam kepada Syaikhina KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Rembang.


Di Pesantren, Gus Baha dekat dengan para kaia. Ia tampak menonjol dan kerap jadi santri teladan.


Profil Gus Baha: Perjalanan Mengajar


Pasca menikah pada 2003, Gus Baha dan istrinya mengawali perjalanannya di Yogyakarta. 


Lima orang santri alumni Pesantren Al-Anwar menyusulnya ke Yogyakarta agar tetap bisa mengaji dengannya.


Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang al-Quran. 


Selain aktif mengaji, Gus Baha menjabat Ketua Lajnah Mushaf di Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.


Adapun Gus Baha juga mengasuh Pondok Pesantren Tahfidul Qur'an LP3IA dan sejak 2006 mengasuh pengajian tafsir Al-Quran di Bojonegoro, Jawa Timur.


Profil Gus Baha: Miliki Ribuan Pengikut Setia


Kajian virtual Gus Baha menempati tempat tersendiri di hati para pengikutnya. Video-video ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube meraup banyak penonton.


Meski punya pengikut setia di media sosial, Gus Baha tidak memiliki akun media sosial apapun, tidak punya smartphone. Dia hanya mengandalkan hape jadul untuk berkirim SMS maupun telepon.


Profil Gus Baha: Rais PBNU


Gus Baha dikenal sebagai salah seorang Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 


Gus Baha merupakan satu-satunya ulama yang memiliki latar belakang pendidikan nonformal dan nongelar di jajaran Dewan Tafsir Nasional. [Democrazy/detik]