Peter Gontha Bongkar Alasan 'Dipecat' dari Kursi Komisaris Garuda | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 29 Oktober 2021

Peter Gontha Bongkar Alasan 'Dipecat' dari Kursi Komisaris Garuda

Peter Gontha Bongkar Alasan 'Dipecat' dari Kursi Komisaris Garuda

Peter Gontha Bongkar Alasan 'Dipecat' dari Kursi Komisaris Garuda

DEMOCRAZY.ID - Eks Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter F. Gontha buka-bukaan soal alasan 'pemecatan' dirinya dari Garuda Indonesia. 


Menurutnya, pemecatan dilakukan karena ia dianggap sudah tidak sejalan dengan pimpinan yang lain.


Namun, ia tidak menyebut siapa saja pimpinan yang dimaksudnya tersebut.


"Tahukah Anda mengapa saya 'dipecat' dari Garuda? Karena tidak sejalan dengan pikiran para pemimpinnya, sekarang kita menuai hasilnya!" ungkap Peter melalui unggahan di Instagram pribadinya, Kamis (28/10).



Peter memberi sinyal bahwa pandangan yang tak sejalan itu terjadi dalam hal persetujuan penarikan penyertaan modal negara (PMN) kepada Garuda. 


Ia mengisahkan pernah diminta untuk menyetujui penarikan PMN senilai Rp1 triliun dari total yang direncanakan mencapai Rp7 triliun pada 27 Desember 2020.


Namun menurutnya pemberian suntikan negara kepada Garuda ibarat menabur garam di laut alias percuma. 


Ia mengklaim pandangan ini sejatinya sejalan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.


Tapi, pandangan Peter justru dianggap pemimpin Garuda lain sebagai tindakan menghambat penarikan PMN bagi perusahaan. 


"Saya akhirnya tanda tangan tetapi saya tau itu sama dengan buang garam di laut," ucapnya.


Padahal menurutnya, strategi membenahi keuangan perusahaan adalah melakukan negosiasi kredit kepada lessor. 


Sebab menurut penilaiannya kredit yang diberikan 'semena-mena' dalam kurun waktu lama, yakni pada 2012-2016.


"Direksi tidak ada yang mau mendengar, data jejak digitalnya ada pada saya. Di situ pun saya dimusuhi. Saya minta berhenti Februari 2021 karena saya tidak ada guna. Saya di Garuda dan masih digaji terus dan dianggap selalu menghambat dan terlalu keras. Sekarang kita harus tanggung kebodohan-kebodohan itu," ujarnya.


Peter akhirnya resmi berhenti dari jabatan komisaris di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda yang diadakan pada 13 Agustus 2021. 


Selain Peter, maskapai BUMN itu juga memberhentikan dua komisaris lain, yaitu Triawan Munaf dan Yenny Wahid.


Selanjutnya, perusahaan menunjuk Timur Sukirno sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen dan Abdul Rachman sebagai Komisaris Independen.


Kendati telah lepas dari Garuda, namun Peter mengaku kasihan dengan beberapa pihak yang harus menanggung kinerja buruk Garuda.


Salah satunya pemegang saham sekaligus pengusaha Chairul Tanjung.


"Kasihan Chairul Tanjung, orang yang jelas menaruh uang pribadinya. Satu-satunya! Bukan orang yang ngatur-ngatur uang rakyat!" pungkasnya. [Democrazy/cnn]