Pengamat: Rezim Ini Berbasis Kebencian dan Cenderung Anti Islam | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Pengamat: Rezim Ini Berbasis Kebencian dan Cenderung Anti Islam

Pengamat: Rezim Ini Berbasis Kebencian dan Cenderung Anti Islam

Pengamat: Rezim Ini Berbasis Kebencian dan Cenderung Anti Islam

DEMOCRAZY.ID - Rezim ini berbasis kepada kebencian dan cenderung anti Islam. Dukungan rezim ini melalui buzzer menyebarkan kebencian terhadap Islam.


“Ciri khas rezim pemerintahan sekarang yaitu orientasi dan kebijakan kekuasaan yang berbasis kebencian dan cenderung anti Islam. Bahkan lebih bengis dari yang pernah dilakukan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, yang sekuler sekalipun,” kata pengamat politik Yusuf Blegur dalam artikel berjudul “Sukses Menjadi Negara Gagal”


Menurut Yusuf, di era rezim ini melakukan serangan yang ofensif dan agresif terhadap agama khususnya Islam dan terkait eksistensi politiknya. 


Terlalu marak pelecehan, penghinaan, dan penistaan terhadap agama, pemimpin dan umat Islam yang dibiarkan pemerintah.


“Di lain sisi tangan besi kekuasaan, sangat responsif melakukan kriminalisasi para ulama dan gerakan kesadaran kritis lainnya. Strategi serangan yang begitu mematikan kepada kehidupan spiritual dan keagamaan serta tumbuh kembangnya demokrasi,” jelas Yusuf.


Selain itu, ia mengatakan, Pemerintahan yang terlanjur dikenal publik sebagai rezim boneka itu. 


Justru malah menghasilkan proyek-proyek mercusuar yang bertaburan utang menjulang, disfungsi alias tak berguna dan digerogoti keserakahan dan korupsi di sana-sini.


Mirisnya, proyek-proyek infra struktur berbiaya besar yang dibanggakan dan dianggap simbol keberhasilan pemerintah. Pada akhirnya dijual murah sehingga merugikan negara. 


Begitupun BUMN yang terus merugi dan terancam dijual atau ditutup.


“Pemerintah yang digawangi orang-orang cerdas dan profesional itu. Sepertinya tidak lebih hebat dari tukang gado-gado di pinggir jalan yang masih punya manajemen dan bisa mengelola keuangannya. Agar bisa survive dan dapat membiayai kehidupan keluarganya,” papar Yusuf. [Democrazy/SuaraNasional]


Source: Suara Nasional - [link]