Pengamat Kuliti Penyebab Jokowi Hanya Mau Andalkan Luhut Seorang, Pantas Nurut Banget Begitu! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 11 Oktober 2021

Pengamat Kuliti Penyebab Jokowi Hanya Mau Andalkan Luhut Seorang, Pantas Nurut Banget Begitu!

Pengamat Kuliti Penyebab Jokowi Hanya Mau Andalkan Luhut Seorang, Pantas Nurut Banget Begitu!

Pengamat Kuliti Penyebab Jokowi Hanya Mau Andalkan Luhut Seorang, Pantas Nurut Banget Begitu!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin turut menanggapi soal hubungan kedekatan antara Presiden Jokowi dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.


Ujang mengatakan, sebenarnya hubungan tersebut sudah terjalin sejak sangat lama, bahkan sebelum Jokowi menjabat di kursi pemerintahan yang penting seperti saat ini.


Dia menjelaskan, keakraban keduanya dimulai sebelum Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI. 


Sehingga bisa dikatakan Jokowi dan Luhut sebenarnya teman lama.


Kala itu, Jokowi yang masih duduk di kursi Wali Kota Solo, menjalin hubungan bisnis dengan Luhut. 

e

hingga di mata Jokowi, Luhut memiliki posisi yang sangat kuat secara emosional.


“Luhut dan Jokowi itu teman lama. Teman sebulum dia jadi gubernur dan presiden. Teman bisnis ketika Jokowi jadi wali kota. Luhut sangat kuat positioning-nya di mata Jokowi. Jadi apa yang Luhut minta diberi Jokowi,” kata Ujang, Senin, 11 Oktober 2021.


Jokowi Malah Lebih Percaya ke Luhut Ketimbang Ketum Golkar


Bahkan meskipun Airlangga Hartarto merupakan Ketua Umum Partai Golkar, Jokowi malah lebih dekat dan mempercayai tokoh Golkar lainnya, yakni Luhut.


Oleh sebabnya Ujang menilai, wajar apabila Luhut memiliki kewenangan yang lebih luas di pemerintahan dibanding Ketua Umum Golkar itu.


“Mungkin karena Luhut lebih senior dan sudah lama berkawan dengan Jokowi dibandingkan dengan Airlangga. Dan mungkin juga dengan adanya Luhut, Jokowi jadi tenang,” ujarnya.


Kendati begitu, Ujang juga melihat penunjukan Luhut menggantikan Airlangga bukan sebagai bentuk penyingkiran.


Menurutnya, baik Luhut dan Airlangga sebenarnya sudah banyak menerima jabatan dari pemerintahan Jokowi.


“Justru Luhut dan Airlangga menang banyak, karena kedua tokoh Golkar tersebut diberi wewenang dan kepercayaan dari Jokowi soal penanganan PPKM, baik di Jawa maupun luar Jawa,” imbuhnya. [Democrazy/hops]