Novel: Bukan Yaqut Namanya Kalau Gak Bikin Gaduh! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 25 Oktober 2021

Novel: Bukan Yaqut Namanya Kalau Gak Bikin Gaduh!

Novel: Bukan Yaqut Namanya Kalau Gak Bikin Gaduh!

Novel: Bukan Yaqut Namanya Kalau Gak Bikin Gaduh!

DEMOCRAZY.ID - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin merespons pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal Kemenag itu hadiah khusus untuk NU bukan untuk umat Islam. 


Novel yang digadang cawapres Anies Baswedan itu berpandangan Yaqut jelas gagal paham.


Novel mengatakan pantas sudah saatnya Menteri Yaqut mengundurkan diri saja. Komentarnya jelas tidak membangun malah kacau.


Cawapresnya Anies Komentari Yaqut


Novel nggak heran sih dengan kontroversi pernyataan Yaqut soal Kemenag hadiah untuk NU. 


Sebab, Novel sudah mencermati, berkali-kali Yaqut itu memang sering bikin heboh kok dengan pernyataan-pernyataannya.


“Sudah saya katakan berkali-kali bahwa kalau tidak bikin gaduh bukan Yaqut namanya dan sekarang NU sendiri dibikin gaduh,” jelasnya, senin 25 Oktober 2021.


Menurutnya, Yaqut sudah gagal paham di mana-mana, dari posisinya sebagai menteri maupun sebagai kader NU. 


Buktinya kelompok nahdliyin pun malah membantah pernyataan Yaqut.


“Yaqut sudah sering saya katakan bukan lagi gagal paham yang akut akan agamanya sendiri, ternyata terhadap NU sendiri pun dia gagal paham,” ujarnya.


Buktinya Pengurus Besar NU membantah klaim Yaqut soal Kemenag itu hadiah untuk NU secara khusus bukan umat Islam.


“Kalau NU saja sudah dia gagal paham apalagi dia mau urusin Kemenag, dengan begitu juga saya sering katakan segala urusan kalau sudah dipegang oleh bukan ahlinya maka tinggal tunggu kehancurannya,” kata dia.


Sudah Waktunya Yaqut Undur Diri


Dengan kontroversi komentarnya yang terakhir itu, Novel pun mendesak Yaqut untuk mengundurkan diri saja lah.


“Memang sudah waktunya Yaqut itu mengundurkan diri karena sudah tidak bisa mengontrol ucapannya dengan begitu sudah sangat merugikan Kemenang sendiri, khususnya dan negara Indonesia pada umumnya,” jelasnya.


Buat yang belum tahu barangkali, Menteri Yaqut jadi perhatian karena mengungkap perdebatan di internal Kemenag sampai membawa-bawa asal-usul Kemenag.


“Ada yang bilang kementerian ini harus Kementerian Agama Islam, karena Kemenag hadiah negara untuk umat Islam. Saya bantah bukan, Kemenag hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU,” jelas Yaqut dikutip dari YouTube RMI NU. [Democrazy/hops]