Risih Lihat Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil Joget Bareng, Henry Subiakto: Cari Simpati Warga! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 29 Oktober 2021

Risih Lihat Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil Joget Bareng, Henry Subiakto: Cari Simpati Warga!

Risih Lihat Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil Joget Bareng, Henry Subiakto: Cari Simpati Warga!

Kritik Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil Joget Bareng, Henry Subiakto: Cari Simpati Warga!

DEMOCRAZY.ID - Akademisi Henry Subiakto menanggapi video lawas yang memperlihatkan 3 Gubernur di Pulau Jawa berjoget ala Tiktok bersama. 


Henry Subiakto mengaku senang melihat 3 gubernur tersebut memainkan gaya berbeda sesuai dengan irama. 


Lebih lanjut, Henry mengatakan mereka memiliki gaya berbeda tetapi dalam satu tujuan bersama, yakni mencari simpati warga.


“Saya senang lihat 3 Gubernur ini berbeda gaya dalam irama yg sebenarnya sama, yaitu mencari simpati warga. Anda lbh suka gaya siapa?” tulisnya. 


Seperti yang terlihat, video tersebut pada mulanya diunggah oleh pengguna akun Tiktok @ganjar_pranowo_fans.


Video tersebut merupakan video lawas yang kemudian diviralkan kembali. 


Terlihat, bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjoget bersama dalam satu acara di Narasi TV. 


Sebagai informasi, nama ketiga Gubernur tersebut memang kerap kali muncul dalam survei elektabilitas capres untuk pilpres 2024.


Bahkan, Anies Baswedan sendiri sudah memiliki relawan yang melakukan deklarasi dukungan untuk Anies menuju capres di Pilpres 2024. 


Sementara itu, berdasarkan beberapa survei, nama Ganjar Pranowo semakin naik menuju puncak survei elektabilitas. 


Adapun Ridwan Kamil diduga memiliki banyak pendukung dari kalangan milenial karena caranya dalam memimpin selalu aktif dalam ranah media sosial. 


Ketiga Gubernur tersebut disinyalir akan bertarung dalam konstelasi politik di pilpres 2024 mendatang. 


Namun, meskipun namanya sering dikaitkan dengan Pilpres 2024, ketiga Gubernur tersebut enggan untuk membuka suara lebih lanjut. 


Para gubernur lebih memilih untuk fokus dalam kerja dan tanggungjawab sebagai gubernur di daerah masing-masing. [Democrazy/terkini]