Ketua Komisi VIII DPR: Gegara Pernyataan Kontroversial Menag Yaqut, Grup WA Pejabat Jadi Ribut | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Ketua Komisi VIII DPR: Gegara Pernyataan Kontroversial Menag Yaqut, Grup WA Pejabat Jadi Ribut

Ketua Komisi VIII DPR: Gegara Pernyataan Kontroversial Menag Yaqut, Grup WA Pejabat Jadi Ribut

Ketua Komisi VIII DPR: Gegara Pernyataan Kontroversial Menag Yaqut, Grup WA Pejabat Jadi Ribut

DEMOCRAZY.ID - Ucapan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal 'Kemenag hadiah untuk NU' mendapat banyak sorotan. 


Bahkan, pernyataan tersebut menimbulkan dinamika antarsesama anggota Komisi VIII DPR RI di grup WhatsApp (WA).


"Di WA group Komisi VIII ya ada yang suruh (Menag) minta maaf. Untuk mengklarifikasi ada. Artinya memang terjadi dinamika ya di Komisi VIII di sesama anggota Komisi VIII," ujar Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat ditemui di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021) malam.


Yandri menjelaskan Menag Yaqut memang sudah mengklarifikasi pernyataannya itu. 


Hanya, Yandri tidak menutup kemungkinan Yaqut bakal mengklarifikasi 'Kemenag hadiah untuk NU' di rapat kerja di Komisi VIII DPR.


"Klarifikasi sudah dilakukan. Tapi kalau misalkan klarifikasi Pak Menteri kemarin sudah dianggap selesai dan tidak ada gonjang ganjing, ya syukur alhamdulilah. Tapi kalau masih perlu, kita punya cara atau punya ruang dan waktu untuk mengklarifikasi secara resmi, bukan hanya melalui media massa. Tapi kita akan gelar rapat kerja. Nanti salah satu agenda mungkin Pak Menteri bisa menyampaikan klarifikasinya secara langsung di Komisi VIII," paparnya.


"Kita pantau saja perkembangannya 1-2 hari ini. Kalau misalkan belum clear, ya itu akan kita bawa ke ranah Komisi VIII dan pemerintah," sambung Yandri.


Sementara itu, Yandri turut mengungkit eks Menag Fachrul Razi yang pernah viral tersandung masalah.


"Ini kan kejadian yang kedua. Menag, dulu waktu Jenderal Fachrul Razi mengeluarkan pernyataan di ruang tertutup waktu pengarahan di MenpanRB, itu kan juga viral masalah, penghapal Al-Quran sebagai sumber radikal. Good looking menjadi sumber radikal, itu kan jadi viral. Walaupun kata Jenderal Fachrul Razi itu nggak saya buka di umum. Tapi jadi konsumsi publik. Nah ini kejadian lagi," imbuhnya. [Democrazy/dtk]