Kejutan dari Karni Ilyas, Program Indonesia Lawyer Club atau ILC Akan Kembali Tayang, Catat Tanggalnya! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Kejutan dari Karni Ilyas, Program Indonesia Lawyer Club atau ILC Akan Kembali Tayang, Catat Tanggalnya!

Kejutan dari Karni Ilyas, Program Indonesia Lawyer Club atau ILC Akan Kembali Tayang, Catat Tanggalnya!

Kejutan dari Karni Ilyas, Program Indonesia Lawyer Club atau ILC Akan Kembali Tayang, Catat Tanggalnya!

DEMOCRAZY.ID - Setelah 10 bulan vacum, program televisi Indonesia Lawyer Club akan kembali tayang. 


Hal ini diumumkan langsung oleh Karni Ilyas sebagai Presiden Indonesia Lawyer Club (ILC) melalui akun instagram pribadinya @presidenilc, Senin 25 Oktober 2021. 


Karni Ilyas mengunggah pengumuman bahwa ILC yang dia pandu akan kembali tayang pada tanggal 29 Oktober 2021 mendatang. 


Tentu saja, pengumuman ini menjadi kejutan baru bagi masyarakat Indonesia penggemar ILC yang menyajikan diskusi dan debat para cendekiawan Indonesia. 


Sebagaimana diketahui, Program ILC berhenti tayang sejak 15 Desember 2020 lalu. 


Kala itu, Karni Ilyas tiba-tiba saja pamit dan undur diri dari program yang telah tayang sejak 2008 ini. 


"Coming Soon! 29 Oktober 2021. Indonesia Lawyer Club," demikian tulisan disertai foto Karni Ilyas sebagai Presiden ILC, Senin 25 Oktober 2021.


Karni Ilyas juga menambahkan caption dan bertanya kepada para pengikutnya yang sudah lama merindukan program debat di TV tersebut.


"Ini yang Kalian Tunggu-tunggu?" tulis Karni Ilyas.


ILC sendiri merupakan program yang selalu mendapatkan rating tinggi di dunia pertelevisian. 


Tak hanya itu, ILC juga selalu menjadi trending di Youtube manakala pihak tvOne mengunggah tayangan ILC. 


ILC sendiri pertama kali tayang sejak tahun 2008. Selama 12 tahun, ILC menghadirkan berbagai isu terkini yang sedang berkembang di masyarakat.


ILC juga selalu menghadirkan para narasumber yang kompeten, seperti para pakar di berbagai bidang, para pejabat negara, aktivis, politisi, budayawan hingga para menteri. [Democrazy/pkry]