Desak Jokowi Copot Erick Thohir, Direktur Fine Institute: Bisnis Jalan Tol Bukan Seperti Jualan Kacang Goreng! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 14 Oktober 2021

Desak Jokowi Copot Erick Thohir, Direktur Fine Institute: Bisnis Jalan Tol Bukan Seperti Jualan Kacang Goreng!

Desak Jokowi Copot Erick Thohir, Direktur Fine Institute: Bisnis Jalan Tol Bukan Seperti Jualan Kacang Goreng!

Jokowi Didesak Copot Erick Thohir, Direktur Fine Institute: Bisnis Jalan Tol Bukan Seperti Jualan Kacang Goreng!

DEMOCRAZY.ID - Pelepasan saham anak perusahaan PT Waskita Karya yaitu PT Waskita Toll Road di PT Cibitung Tanjung Priok Port Toolways mengemuka di publik. 


Pasalnya, di media sosial publik membicarakan biaya Tol Cibitung-Cilincing yang mencapai Rp 10,8 triliun, tapi saham yang dijual hanya Rp 2,44 triliun.


Divestasi tol Waskita ini ikut disoroti Direktur Fine Institute, Kusfiardi, dalam diskusi series Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Untung Buntung Divestasi Jalan Tol", bersama Direktur PRPHKI Saiful Anam, Kamis (14/10).


Menurut Kusfiardi, pembangunan jalan tol tidak bisa dilihat hanya dari kacamata bisnis semata. 


Jauh dari itu, harus mampu membangun ekonomi di internal BUMN.


"Karena ini enggak sama dengan orang jualan kacang goreng, atau jualan pisang goreng," ujar Kusfriadi dalam diskusi virtual.


Dalam persoalan ini, justru Kusfiardi mendorong Presiden Joko Widodo mencari seorang Menteri BUMN yang mampu men-generate perusahaan -perusahaan plat merah secara baik, dan bukan semata-mata mengejar keuntungan.


"Ini kan Pak Jokowi sudah digiring sedemikian rupa, untuk melihat BUMN itu supaya BUMN-nya untung," tuturnya.


Meski baru-baru ini Waskita mengklaim mendulang untuk sebesar Rp 520 miliar dari penjualan saham anak perusahaannya, namun Kusfiardi memandang sebaliknya.


Katanya, keuntungan BUMN bukan salah satu indikator pencapaian, namun ada daya dorong dan dampak dari usaha yang dilakukan BUMN.


"Jadi keberadaan output dari satu BUMN harus dilihat multiplayer effect-nya, keuangan kita secara luas lagi. 


Dengan begitu kita tidak bisa menjudge satu BUMN ini buruk kinerja, karena secara keuangan dia merugi," ucapnya. [Democrazy/rmol]