Heboh! Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat Tabrak Sesuatu 'Misterius' di Laut China Selatan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 08 Oktober 2021

Heboh! Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat Tabrak Sesuatu 'Misterius' di Laut China Selatan

Heboh! Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat Tabrak Sesuatu 'Misterius' di Laut China Selatan

Heboh! Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat Tabrak Sesuatu 'Misterius' di Laut China Selatan

DEMOCRAZY.ID - Sebuah kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Connecticut tabrakan dengan sebuah objek di bawah air di Laut China Selatan pada Sabtu (2/10) pekan lalu.


Pernyataan dari Armada Pasifik AS baru dikeluarkan baru-baru ini. 


Sejumlah pelaut di kapal selam USS Connecticut terluka dalam insiden itu. 


Namun tak ada yang mengalami cedera berat, menurut pejabat pertahanan AS. 


Tidak jelas apa objek yang ditabrak oleh kapal selam nuklir tersebut.


“Kapal selam tetap dalam kondisi aman dan stabil. Pembangkit tenaga nuklir dan ruang angkasa USS Connecticut tidak terpengaruh dan tetap beroperasi penuh,” kata Armada Pasifik AS dalam pernyataannya, Jumat 8 Oktober 2021.


Heboh! Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat Tabrak Sesuatu 'Misterius' di Laut China Selatan


Angkatan Laut AS mengatakan insiden itu akan diselidiki lebih lanjut. 


Namun demikian, Angkatan Laut AS tidak merinci di mana persisnya insiden tabrakan itu terjadi. 


Mereka hanya menyebutkan insiden itu terjadi di Laut China Selatan, di perairan internasional kawasan Indo-Pasifik.


Disebutkan France 24, USS Connecticut saat ini sedang berlayar menuju teritori Amerika Serikat di tengah Samudra Pasifik, Guam.


Kecelakaan itu terjadi ketika ketegangan antara AS dan China meningkat karena Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengerahkan ratusan pesawat tempurnya ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan.


Kapal selam bertenaga nuklir USS Connecticut beroperasi di sekitar Laut China Selatan, ketika Amerika dan sekutunya melakukan unjuk kekuatan multinasional besar-besaran di kawasan, dengan dipimpin oleh Carrier Strike Group 21 Inggris.


Operasi yang sedang berlangsung melibatkan kapal-kapal dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Australia, Kanada dan Belanda, termasuk tiga kapal induk yang berlatih di dalam kawasan dan sekitar Laut China Selatan.


Amerika Serikat Prihatin dengan Aksi Militer China


Sebelumnya Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri-nya, Tony Blinken mengatakan prihatin dengan aksi militer China, yang mengerahakan puluhan jet tempurnya ke ADIZ Taiwan.


Heboh! Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat Tabrak Sesuatu 'Misterius' di Laut China Selatan


“Kami sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif China di dekat Taiwan. Seperti yang kami katakan, aktivitas itu membuat ketidakstabilan. Ini berisiko salah perhitungan dan berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas regional. Jadi, kami sangat mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik dan ekonomi yang diarahkan ke Taiwan,” kata Blinken.


Usai AS mengeluarkan pernyataan itu, China tak tinggal diam. Mereka mengirimkan lagi 52 jet tempur ke langit Taiwan. 


Angka tersebut juga merupakan rekor tertinggi pengerahan jet tempur China ke Taiwan.


PLA mengatakan, pengerahan itu sebagai bagian dari latihan rutin, juga peringatan kepada separatis dan para pendukung asingnya yang menginginkan Taiwan merdeka. [Democrazy/hops]