HMI Cabang Jakarta Gelar Demo di Istana dan Kemenag Serukan Aksi Pecat Menag Yaqut | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 28 Oktober 2021

HMI Cabang Jakarta Gelar Demo di Istana dan Kemenag Serukan Aksi Pecat Menag Yaqut

HMI Cabang Jakarta Gelar Demo di Istana dan Kemenag Serukan Aksi Pecat Menag Yaqut

HMI Cabang Jakarta Gelar Demo di Istana dan Kemenag Serukan Aksi Pecat Menag Yaqut

DEMOCRAZY.ID - Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Jakarta akan melakukan unjuk rasa di depan Istana dan Kemenag meminta Yaqut Cholil Qaumas dicopot dari menteri agama,


Demonstrasi ini akan berlangsung Kamis (28/10/2021) mulai jam 13.00 WIB sampai selesai. 


Peserta demo diminta untuk memakai atribut HMI dan menjaga protokol kesehatan (prokes).


Dalam pernyataan yang diterima redaksi www.suaranasional.com, HMI Cabang Jakarta menilai Yaqut selalu membuat kegaduhan dalam setiap pernyataannya. 


“Yaqut masih berfikir sebagai Ketua Umum GP Ansor bukan Menteri Agama. Sebaiknya Yaqut dicopot,” paparnya.


HMI Cabang Jakarta menilai kinerja Yaqut selama menjadi menteri agama tidak mempunyai prestasi. 


“Prestasi Yaqut hanya bikin kegaduhan,” jelasnya.


Sebelumnya, Yaqut menyatakan pernyataan Kemenag hadiah negara untuk NU disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU yang bertujuan memotivasi santri dan pesantren.


“Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, di Solo seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).


“Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati,” ujarnya.


Yaqut juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. 


Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama. 


“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja,” katanya. [Democrazy/SuaraNasional]


Sourve: Suara Nasional - [link]