Geger! Komandan Tim Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak Saat Melintas di Aceh | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 29 Oktober 2021

Geger! Komandan Tim Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak Saat Melintas di Aceh

Geger! Komandan Tim Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak Saat Melintas di Aceh

Geger! Komandan Tim Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak Saat Melintas di Aceh

DEMOCRAZY.ID - Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (Bais) Pidie, Kapten Abdul Majid dikabarkan ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 28 Oktober 2021, sore.


Aksi penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 Waktu Indonesia Barat (WIB).


Akibat penembakan tersebut, perwira pertama TNI warga Batuphat Barat, Kecamatan Muarara Satu, Kota Lhoksumawe tersebut, dikabarkan meninggal dunia.


Penembakan itu sendiri terjadi di kawasan Jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.


Dari informasi yang diterima, penembakan terhadap anggota TNI oleh OTK ini, kini sudah beredar di banyak grup aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA).


Ketika insiden penembakan itu terjadi, korban diketahui sedang mengemudi sebuah mobil Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi BL 1598 NH ke arah TKP.


Geger! Komandan Tim Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak Saat Melintas di Aceh

Kemudian sekitar pukul 17.15 WIB terdengar suara letusan senjata api (senpi) sebanyak satu kali.


Pada saat itu, seorang saksi yang diketahui bernama Syarwan sedang mengendarai sepeda motor bersama istrinya diberhentikan oleh teman korban, untuk meminta pertolongan membawa korban.


Korban pun dinaikan ke sepeda motor ke arah perumahan penduduk Gampong Lhok Panah, untuk di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sigli.


Kendati begitu, nyawa korban tak tertolong lagi akibat ada luka tembak di bagian perut.


Sementara itu, Kapendam Iskandar Muda, Kolonel Arh. Sudrajat ketika dikonfirmasi pada Kamis (28/10/2021) malam, membenarkan peristiwa tersebut.


“Benar (penembakan), sekarang lagi proses penyelidikan,” jawabnya singkat. [Democrazy/hops]