Gak Terima Diledekin Ngabalin, Ketua Partai Ummat: Jangan Remehkan Kami! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 25 Oktober 2021

Gak Terima Diledekin Ngabalin, Ketua Partai Ummat: Jangan Remehkan Kami!

Gak Terima Diledekin Ngabalin, Ketua Partai Ummat: Jangan Remehkan Kami!

Gak Terima Diledekin Ngabalin, Ketua Partai Ummat: Jangan Remehkan Kami!

DEMOCRAZY.ID - Partai Ummat menyoroti kinerja pemerintahan Jokowi selama 2 tahun memimpin di periode kedua. 


Dalam sorotannya, mereka mengaku sangat tak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi, termasuk salah satunya dengan kinerja Menko Marives Luhut Binsar Panjaitan.


Hal itu disampaikan langsung Ketua DPP Partai Ummat Hilmi Rahman Ibrahi,m melalui data dan survei yang telah mereka miliki. 


Terkait kritikan Hilmi, Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin pun kemudian membalas kritikannya.


Menurut Ngabalin, apa yang disampaikan Hilmi dan Partai Ummat adalah salah besar. 


Sebab segala program dan strategi yang dilakukan Pemerintah tentu berdasarkan pertimbangan, survei dan hitung-hitungan yang matang untuk kemaslahatan masyarakat. 


Dia lantas coba menyinggung data dan survei yang dipaparkan.


“Saya tak tahu mulai kapan Partai Ummat melakukan penelitian, karena usianya lebih tua dari jagung partai ini. Tetapi kalau Partai Ummat melakukan survei tak apa-apa bagi saya, ini yang saya sebut kontrol sosial bagi Pemerintah dan Presiden Jokowi,” kata Ngabalin di AKI Pilihan, dikutip Senin 25 Oktober 2021.


Akan tetapi, kata dia, jika Partai Ummat menyebut langkah Jokowi tak punya makna, maka mereka disebut tak hanya sesat namun sungguh menyesatkan. 


“Harus pakai otak, seperti seluruh Trans Sulawesi dan Papua, itu memenuhi standar internasioal. Jangan menyesatkan,” katanya.


Soal Luhut yang disebut terlalu mendominasi kerja menteri, Ngabalin lantas menjawab tudingan Partai itu. 


Kata dia, Luhut memang merupakan orang yang besar dari organisasi mumpuni sekomprehensif TNI. 


Maka menjadi wajar, jenderal purnawirawan dengan banyak prestasi itu kemudian dipercaya Jokowi untuk mengemban tugas.


“Artinya kalau presiden mempercayakan dia, tak ada yang bisa menggugat itu. UU yang menjelaskan status dan kedudukan di kabinet, yang dipercayakan. Soalnya dia memang berhasil. Coba tunjukkan pada saya satu kerja dia yang tak berhasil, tunjukkan saya satu saja,” katanya.


Partai Ummat Tajam ke Ngabalin


Sementara itu, Ketua DPP Partai Ummat, Hilmi Rahman Ibrahim, kembali menjawab statemen Ngabalin. 


Dia menjawab statemen Ngabalin soal partainya yang baru seumur jagung namun disebut telah mensurvei kinerja pemerintah.


Kata Hilmi, walau masih seumur jagung, namun isu yang dihadirkan merupakan data-data sekunder yang diklaim bisa dipertanggungjawabkan. 


Partainya, kata Hilmi juga punya tinta sangat kuat dalam mengkritik, serta memiliki SDM-SDM teruji.


“Jangan anggap remeh kami. Kritikan ini kami berikan yang terbaik untuk pemerintah. Pemerintah tak boleh antikritik,” kata Hilmi ngegas.


Menurut Hilmi, Ngabalin dianggap tak paham apa yang dibicarakan partainya. Sebab dalam hal manajemen pemerintahan yang baik, harus dilihat secara kelembagaan.


Soal Luhut, Hilmi juga menyatakan, buat apa kemudian ditunjuk Menko-menko lain kalau tugasnya ditabrak oleh beliau.


“Kalau bicara manajemen pemerintahan, pembangunan, kan sudah ada tupoksinya. Inilah yang Ummat soroti. Kami bukan bicara personal, tapi Presiden sebagai kepala negara harus punya legitimasi yang kuat, dasar-dasar kepemimpinan yang kuat. Sebab ada ketidakseimbangan dalam kabinet, ini pertanggung jawaban tupoksinya bagaimana.”


“Kalau Luhut yang selalu ditunjuk, lalu kenapa Menko-menko kemudian dihadirkan,” katanya. [Democrazy/hops]