Di Lain Kota Ada Ribuan Anjing Setiap Hari Dibantai & Dikonsumsi, Habiburrahman Heran Aceh yang Kena Bully | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 25 Oktober 2021

Di Lain Kota Ada Ribuan Anjing Setiap Hari Dibantai & Dikonsumsi, Habiburrahman Heran Aceh yang Kena Bully

Di Lain Kota Ada Ribuan Anjing Setiap Hari Dibantai & Dikonsumsi, Habiburrahman Heran Aceh yang Kena Bully

Di Lain Kota Ada Ribuan Anjing Setiap Hari Dibantai & Dikonsumsi, Habiburrahman Heran Aceh yang Kena Bully

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburrahman merasa aneh dengan respon publik terhadap matinya seekor anjing oleh satuan pamong praja (Satpol PP) di Kabupaten Aceh Singkil.


Dia menilai, setia hari ada ribuan anjing yang dibantai dengan sadis untuk kemudian dikonsumsi. Tetapi tidak ada yang permasalahkan itu.


“Mem-bully Aceh karena matinya seekor anjing (belum tentu karena kesengajaan), di sisi lain tutup mata terhadap pembantaian ribuan anjing untuk dikonsumsi. Benar-benar membingungkan standar perikebinatangan mereka,” kata Habiburrahman, di Twitter-nya Senin (25/10/2021).


Anjing bernama Canon itu, ditangkap di salah satu resor di lokasi objek wisata halal Pulau Panjang, Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.


Belakangan, anjing itu dikabarkan mati karena dimasukan di dalam karung dan kesulitan bernafas.


Respon publik di media sosial, selain mengecam tindakan satpol PP, juga membawa-bawa Aceh yang tengah menerapkan wisata halal.


Dia bilang, jika Satpol PP dipolisikan maka akan ada ribuan orang ikut dipolisikan karena membunuh anjing dengan cara sadis untuk dikonsumsi.


“Kebayang gak kalau Satpol PP yang dituduh sebabkan matinya anjing diadili, berapa ribu orang yang harus diadili karena membantai anjing untuk dikonsumsi,” tuturnya.


Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani kepada wartawan mengatakan anjing tersebut ditangkap setelah menerima surat dari Camat terkait pemberlakuan wisata halal di kawasan Pulau Banyak.


Dia mengatakan ada empat anggota Satpol PP yang berangkat ke Pulau Banyak untuk berkoordinasi dengan Muspika setempat.


Mereka kemudian bergerak ke sebuah resor tempat anjing itu dipelihara. 


Di sana, katanya, anggota Satpol PP menangkap dua ekor anjing untuk dibawa ke daratan Aceh Singkil. 


Ketika sampai di Singkil, anjing itu sudah mati. 


“Kami menduga mungkin anjing itu mati karena stres,” kata Ahmad. [Democrazy/fin]