Terjadi Perusakan Mimbar & Baliho Yesus Kristus, Pendeta Menangis dan Minta Perlindungan ke Jokowi | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Terjadi Perusakan Mimbar & Baliho Yesus Kristus, Pendeta Menangis dan Minta Perlindungan ke Jokowi

Terjadi Perusakan Mimbar & Baliho Yesus Kristus, Pendeta Menangis dan Minta Perlindungan ke Jokowi

Terjadi Perusakan Mimbar & Baliho Yesus Kristus, Pendeta Menangis dan Minta Perlindungan ke Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menjadi heboh, setelah sebuah video menjadi viral, di mana ditunjukkan jika telah terjadi perusakan fasilitas rumah ibadah jemaat Advent di wilayah tersebut.


Dalam video tersebut, dijelaskan jika mimbar rumah ibadah jemaat Advent dan juga baliho bergambar Yesus Kristus dirusak oleh oknum yang disebut sebagai perangkat desa.


Unggahan pertama kali dibuat oleh akun Lusiane Mandey di media sosial, di mana dalam captionnya disebutkan jika telah terjadi perusakan mimbar rumah ibadah di jemaat di Desa Tmaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minsel, yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Dalam postingan video itu terdengar suara seorang laki-laki yang memperlihatkan kondisi sebuah ruangan berwarna putih. 


Terlihat dua orang pria yang duduk menyaksikan kondisi ruangan yang telah porak poranda.


Terdengar juga dalam video itu, suara pria tersebut menceritakan bahwa telah terjadi pengrusakan di rumah ibadah mereka. 


Dia menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada dini hari.


“Kami mau cek kondisi gereja kami. Sebelumnya sekitar hampir pukul 02:00 WITA kami berkumpul bersama pendeta dan jemaat lainnya di gereja, oleh karena ada merusak di gereja kami di Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, ada oknum yang tidak bertanggungjawab, yang merusak fasilitas di gereja kami. Mimbar sudah dirusak, baliho yang dipasang di mimbar dihancurkan,” katanya.


Dia pun menyebut bahwa, dari keterangan saksi mata, yang merusak rumah ibadah itu adalah oknum perangkat desa setempat.


“Dan yang menghancurkan ini sudara, bersyukur ada saksi, dan yang merusak adalah salah satu anggota pemerintah, tepatnya perangkat desa di kecamatan tareran desa tumaluntung. Ini saudara, bersyukur baru baliho. Ini kalau dibiarkan, mungkin nantinya, takutnya jemaat yang dilukai. Jadi kami melaporkan ini agar supaya semua bisa melihat termasuk aparat boleh melihatnya, dan tidak membiarkan tindakan pengrusakan, dan merusak toleransi yang terjadi di kampung kami,” ucapnya.


Dalam video itu juga, dirinya menyebutkan bahwa rumah ibadah itu telah diorganisir dan disahkan oleh pemerintah.


“Perlu diketahui, tanggal 30 September, jemaat kami diorganisir disahkan oleh pemerintah, tapi ini terjadi seperti ini,” sebutnya. [Democrazy/kmpr]