Buntut Insiden Puluhan Warga Keracunan Nasi Kotak, PSI Bakal Jalani Proses Hukum | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Buntut Insiden Puluhan Warga Keracunan Nasi Kotak, PSI Bakal Jalani Proses Hukum

Buntut Insiden Puluhan Warga Keracunan Nasi Kotak, PSI Bakal Jalani Proses Hukum

Buntut Insiden Puluhan Warga Keracunan Nasi Kotak, PSI Bakal Jalani Proses Hukum

DEMOCRAZY.ID - Pengurus PSI Jakarta mengikuti proses hukum untuk kasus dugaan keracunan nasi kotak atau rice box di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara di Kepolisian Sektor Koja.


"Pada saat ini divisi hukum kami sudah berada di Polsek Koja malah, sedang melakukan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP)," kata pengurus PSI Jakarta Norman Lianto kala menjenguk warga Kampung Beting yang dirawat di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, Senin (25/10) malam.


Norman mengatakan belum mengetahui kandungan apa yang ada di dalam nasi kotak yang menyebabkan sejumlah warga mengalami mual dan muntah.


"Belum, kami tunggu hasil lab saja," kata Norman.


Sebelumnya, Kepala Polsek Koja Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Rasyid mengatakan anggotanya langsung menyelidiki sampel nasi kotak yang dibagikan oleh kader PSI kepada sejumlah warga Koja, Jakarta Utara yang diduga menyebabkan keracunan.


Rasyid mengatakan sampel nasi kotak berisi sayur buncis, telur, dan tempe orek tersebut dikirimkan ke Laboratorium Polri di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat untuk penyelidikan awal.


"Jadi kami belum melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti dari hasil laboratorium kan ketahuan misalnya nasinya ada racunnya kah, jenis apa, racun apa. Itu kan nanti ketika pemeriksaan kita enggak ngada-ngada lagi," kata Rasyid kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin.


Ia mengatakan hasil pemeriksaan uji sampel nasi kotak dari laboratorium paling cepat keluar malam ini.


Menunggu hasil uji lab keluar, anggota Polsek Koja kini sedang melakukan pendataan terhadap para saksi yang nantinya menjalani pemeriksaan.


Dalam peristiwa tersebut, 35 warga Kampung Beting, Koja, mengalami mual dan muntah, diduga setelah mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan PSI Jakarta Utara.


Pelaksana Tugas Ketua Umum PSI Giring Ganesha saat ditemui di RS Koja, Senin malam, mengatakan 23 orang sempat dirawat di Rumah Sakit Koja, namun 18 orang sudah dibolehkan pulang, sehingga tersisa lima orang lagi yang saat ini masih dirawat.


"Masih ada lima lagi yang dirawat. Kita doakan agar semua baik-baik saja," kata Giring.


Ia menambahkan kader PSI DKI Jakarta24 jam akan terus mendampingi sejumlah korban diduga keracunan nasi kotak (rice box) yang dibagikan kepada warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.


"Kami di sini untuk benar-benar (menunjukkan) ada rasa simpati dan tanggung jawab," kata Giring.


PSI mengklaim akan menanggung seluruh biaya perawatan korban yang diduga keracunan nasi kotak berlogo PSI hingga sembuh. [Democrazy/cnn]