Beredar Chat Alasan Kapolres Nunukan Tonjok Anak Buah, Bikin Publik Jadi Tambah Geram | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Beredar Chat Alasan Kapolres Nunukan Tonjok Anak Buah, Bikin Publik Jadi Tambah Geram

Beredar Chat Alasan Kapolres Nunukan Tonjok Anak Buah, Bikin Publik Jadi Tambah Geram

Beredar Chat Alasan Kapolres Nunukan Tonjok Anak Buah, Bikin Publik Jadi Tambah Geram

DEMOCRAZY.ID - Beredar chat yang menyebut sebagai kesaksian peristiwa penonjokan oleh Kapolres Nunukan Syaiful Anwar ke anak buahnya pada 21 Oktober 2021. 


Dalam chat yang beredar di media sosial itu menyebut kronologi alasan Kapolres Nunukan melakukan kekerasan pada anggotanya. 


Chat yang diunggah oleh akun NamaKu_mei @Mei2Namaku menyebutkan bahwa chat tersebut adalah chat saksi kejadian.


"Pada KRONOLOGI versi saksi ... KAPOLRES NUNUKAN HAJAR ANAK BUAH," unggah akun @Mei2Namaku. 


Pada unggahan screenshot tersebut menceritakan alasan Kapolres langsung menghajar anak buahnya. Begini isi chat tersebut:


T: Gara-gara apa di gosok bek

J: Kemarin kan giat hut bhayangkari

    Ada zoom meeting

Dia disuruh stand by

    Di ruangan

    Jalan dia alasan makan

    Zoom bemasalah

    Jaringan sama update perangkat

    Di cari dia nda ada

    Di telp nda diangkat sama di riject

    Tv layar zoom mati

    Remot di cari nda ada yg tau


Dari cuitan tersebut netizen pun kemudian banyak membanjiri komentarnya. Salah satu netizen memberikan komentar kocaknya, 


"Ooo acara HUT Bhayangkari toh... Wajar marah, sebab klo Komandan Bhayangkarinya yang berbaju pink marah, Komandan Pak Pol juga ndak berkutik," komentar @HannibalCartha3 melontarkan sindiran. 


 "Kapolresnya ga punya tim khusus buat zoom event apa ya? Kok cuma diserahin ke 1 orang? Harus nya ada tim untuk backup jadi ga pas 1org ini ga ada masalah bisa diatasin sama yg lain… prepare nya gimana sih??!!" komentar @nidyahana04. 


"Boro2 mikirin begituan polisi wakanda mah males2, ngetikin surat kehilangan aja pada kecut mukanya mana bertele2. Klo nanti perang udh ke headshoot duluan kali," komentar @satriyaaaa.


"Biasanya ada hukuman kedinasan,seperti push up,sit up dll atau hukuman dengan menambah beban kerja,sekalipun salah,ga elok menghajar bawahan dimuka umum," tulis @Shandee95660928


"Ya apapun alasanya TIDAK BISA MAIN PUKUL.ini PENEGAK HUKUM LOH..KOQ LANGGAR HUKUM ?main hakim sendiri?" tambah @hemaviton99. [Democrazy/pkry]