Astaga! 23 Warga Koja Keracunan Usai Santap Nasi Kotak dari PSI | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 25 Oktober 2021

Astaga! 23 Warga Koja Keracunan Usai Santap Nasi Kotak dari PSI

Astaga! 23 Warga Koja Keracunan Usai Santap Nasi Kotak dari PSI

Astaga! 23 Warga Koja Keracunan Usai Santap Nasi Kotak dari PSI

DEMOCRAZY.ID - Warga RW 06, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara keracunan setelah menyantap nasi kotak yang dibagikan petugas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Minggu (24/10/2021) sore.


Ketua RW 06 Suratman, menuturkan, sebanyak 23 warga keracunan setelah menyantap nasi kotak yang berisi lauk telur, sayur buncis dan tempe orek.


"Yang keracunan 23 orang. Alhamdulillah sudah teratasi di IGD Rumah Sakit Koja," ungkapnya saat ditemui di depan Pos RW 06, Senin (25/10/2021).


Dikatakannya, 23 orang yang dilakukan pemeriksaan di RSUD Koja, 5 diantaranya harus menjalani rawat inap.


"Saat ini ada 5 orang yang rawat inap di lantai 12 dan lantai 14. Jadi saat ini korban semalam itu sudah membaik," ungkap Suratman.


Dijelaskannya, pihak PSI tidak meminta izin ke pihak RW sebelum membagikan nasi kotak ke warga RW 06.


"Pemberian ini nggak ada koordinasi dengan kita. Kabarnya dari PSI ya. Saya tahu tapi saya ya udahlah ini musibah, saya juga nggak terlalu banyak mau gimana," ujarnya.


Sementara di Pos RW 06, saat ini pihak Puskesmas Koja sedang melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap warga yang menyantap nasi kotak tersebut.


Pihak Puskesmas meminta data diri warga yang menjalani perawatan di RSUD Koja pasca menyantap nasi kotak dari PSI.


Sejumlah warga tampak diwawancara oleh petugas kesehatan terkait saat ini apa masih ada keluhan mual ataupun rasa pusing setelah menjalani perawatan.


"Saat ini ada pemeriksaan dari Puskesmas Koja untuk menanyakan keluarga korban mendata jumlah yang di rawat inap nah ini di minta datanya seperti kartu keluarga untuk ditindaklanjuti oleh tim Puskesmas itu aja," ucap ketua RW.


Dikatakan Suratman, saat ini pihaknya sedang mecoba berkomunikasi dengan pihak PSI.


"Insya Allah besok atau lusa lah kita kan komunikasi dengan pihak PSI," pungkasnya.


Sementara, salah satu warga Anah (49) mengungkapkan, dirinya mengalami mual dan muntah-muntah setelah menyantap nasi kotak selepas Isya.


"Aku makan terus abis aku makan jam 12 malem ngerasa pusing. Terus aku tahan, karena di pikir masuk angin," ujarnya saat ditemui di kediamannya.


Namun, rasa pusing di kepalanya tak kunjung hilang. Perut Anah, tiba-tiba merasa mual dan gelisah tak enak tidur. Anah pun muntah saat sedang berbaring di ranjang kamarnya.


"Jadi ga bisa tidur, madep sana sini sakit. Pas di urut perutnya malah muntah jam 01.30 WIB," jelasnya.


Sebelumnya, Anah mendengar ada tetangganya yang mengalami gejala sama pasca menyantap nasi kotak dari PSI.


Namun dipikirannya saat itu, gejala yang diderita tetangganya hanya kebetulan sedang tidak enak badan. 


Setelah menyadari dirinya keracunan makanan, sekira pukul 02.00 WIB dini hari, ia pun langsung memeriksakan diri ke RSUD Koja.


Anah baru diperbolehkan pulang ke rumahnya oleh pihak RSUD Koja sekira pukul 06.30 WIB.


Diceritakan Anah, makan yang ia santap diberikan oleh dua orang laki-laki yang mengenakan jaket warna merah. Saat itu ia mendapatkan dua kotak nasi.


Satu nasi kotak diberikan untuk suaminya. Namun sang suami tidak mengalami gejala apapun setelah melahap habis nasi dari PSI.


"Suami saya makan. Tapi sesudah dia makan, dia mah ga ngerasa apa apa. Tapi saya ngerasa," ungkapnya.


Salah seorang warga yang kebetulan masih menyimpan menunjukkan bekas kotak nasi tersebut. 


Kotak nasi yang berwarna cokelat tampak jelas logo PSI. Selain itu di kotak nasi tersebut tertulis #RiceBoxPSI. [Democrazy/poskota]