Tanggapan Bijak MUI Soal Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik di Tempat Vaksinasi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 15 September 2021

Tanggapan Bijak MUI Soal Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik di Tempat Vaksinasi

Tanggapan Bijak MUI Soal Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik di Tempat Vaksinasi

Tanggapan Bijak MUI Soal Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik di Tempat Vaksinasi

DEMOCRAZY.ID - Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Ziyad meminta semua pihak menghormati sikap para santri yang menutup kuping ketika mendengar musik.


Ziyad menyatakan hal itu merespons rekaman video viral di media sosial yang menunjukkan para santri duduk menutup telinga saat alunan musik populer terdengar. 


Ia yakin para santri itu merupakan para penghafal Alquran yang tengah menjaga hafalannya agar tak terganggu dengan suara musik.


"Di mana pun, apa yang terjadi pada santri ini harus dihormati. Saya husnuzan mereka bukan garis keras, bukan anti-musik, tidak. Jadi semata-mata mereka menjaga hafalan mereka agar tak terganggu," kata Ziyad, Rabu (15/9).


Ziyad meminta agar semua pihak tak sembarang menuduh bahwa santri-santri tersebut radikal. 


Ia menilai upaya para santri untuk menghafal dan menjaga hafalan Alquran sangat berat. 


Sehingga tak bisa diganggu oleh sesuatu yang bisa mengganggu konsentrasinya.


"Karena itu harus dijaga dan dihindari oleh santri penghafal Alquran. Yakni suara-suara yang mengganggu konsentrasi hafalannya," tambah dia.


Meski demikian, Ziyad mengaku tak mengetahui di mana kejadian video viral itu. 


Ia hanya berharap di kemudian hari para penyelenggara vaksin tak memutar musik ketika para santri hendak di vaksin. 


Ia khawatir suara-suara tersebut mengganggu konsentrasi hafalan Alquran yang tengah dilakukan santri.


"Kita imbau kalau menyangkut santri tak diputar lagu atau musik atau suara bising yang dapat ganggu anak itu. Kita harus terima kasih anak-anak itu mau divaksin," ujarnya.


Di sisi lain, Ziyad berpandangan bahwa banyak ulama yang berbeda pandangan tentang musik. 


Di satu sisi ada yang mengharamkan. Sementara di sisi lain ada yang memperbolehkan.


Meski demikian, ia menyatakan MUI memiliki pandangan bahwa musik diperbolehkan. 


Sebab musik dan seni bisa menjadi salah satu instrumen dakwah yang efektif bagi masyarakat.


"Ini bisa jadi wasilah dakwah. Misal dengan musik religi dan nasyid agar mendorong orang ingat kepada Allah. Jadi dalam kaitan ini santri paham lah," kata dia. [Democrazy/cnn]