Indonesia-China Resmi Tinggalkan Dollar AS, BI Bantah Tudingan Istimewakan China | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 08 September 2021

Indonesia-China Resmi Tinggalkan Dollar AS, BI Bantah Tudingan Istimewakan China

Indonesia-China Resmi Tinggalkan Dollar AS, BI Bantah Tudingan Istimewakan China

Indonesia-China Resmi Tinggalkan Dollar AS, BI Bantah Tudingan Istimewakan China

DEMOCRAZY.ID - Indonesia-China tinggalkan dolar AS , BI bilang tak istimewakan China. 


Secara resmi, pada Senin 6 September 2021 lalu, Indonesia telah bekerja sama dengan China untuk melakukan transaksi perdagangan bilateral barang, jasa, dan investasi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS).


Artinya, transaksi kedua negara ini nantinya tidak lagi membutuhkan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai pembayaran dan hanya menggunakan mata uang lokal kedua negara, yaitu rupiah dan yuan.


Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi mengungkpakan, kerja sama LCS terjalin bukan hanya dengan China, namun juga sudah dilakukan dengan negara-negara lainnya seperti Jepang, Malaysia,dan Thailand.


“Kerja sama LCS dan China ini bukanlah yang pertama, jadi kami tidak mengkhususkan China,” bebernya dalam video conference, Rabu 8 September 2021.


China sendiri dipilih sebagai negara untuk melakukan kerja sama LCS karena merupakan salah satu negara mitra dagang terbesar Indonesia.


Saat ini, sebut Doddy, BI juga sedang menjajaki kerja sama LCS dengan berbagai negara. 


Potensi negara yang menjadi mitra dagang Indonesia diantaranya adalah negara-negara di kawasan Asia, Asia Selatan, Asia Timur hingga Asia Tenggara.


“Termasuk di Timur Tengah, baik untuk transaksi perdagangan maupun remitansi TKI (tenaga kerja Indonesia) dan jasa lainnya,” imbuhnya, Rabu 8 September 2021.


Doddy menambahkan, hal ini juga untuk memperluas cakupan ekonomi agar mendorong perdagangan hingga investasi yang semakin besar.


Sekadar diketahui, implementasi kerja sama LCS adalah sebagai salah satu upaya berkelanjutan BI untuk mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas, khususnya dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi langsung dengan berbagai negara mitra.


Perluasan penggunaan LCS sendiri, diharapkan dapat mendukung stabilitas rupiah melalui dampaknya terhadap pengurangan ketergantungan pada mata uang tertentu di pasar valuta asing domestik.


Sementara itu, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat kepada wartawan bulan lalu juga pernah mengatakan, BI tengah mengincar kerja sama LCS dengan sejumlah negara lain.


“Ke depan, terdapat tiga negara yang akan dijajaki untuk melakukan kerja sama LCS, yaitu India, Korea Selatan, dan Filipina,” imbuhnya. [Democrazy/cnb]