Singgung Wacana Presiden 3 Periode, Tagar #RezimKemaruk Trending | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 09 September 2021

Singgung Wacana Presiden 3 Periode, Tagar #RezimKemaruk Trending

Singgung Wacana Presiden 3 Periode, Tagar #RezimKemaruk Trending

Singgung Wacana Presiden 3 Periode, Tagar #RezimKemaruk Trending

DEMOCRAZY.ID - Tagar 'Rezim Kemaruk' trending satu di media sosial Twitter, Kamis 9 September 2021.


Salah satu netizen menyinggung soal wacana presiden 3 periode yang belakangan tengah ramai diperbincangkan.


Meskipun Presiden Jokowi telah memberikan klarifikasi bahwa ia menolak wacana tersebut.


"Pengen 3 periode, sekalian aja republik ini dirubah jadi kerajaan," tulis netizen @hamounz seperti dilihat Isu Bogor.


"Terus gaung," ajak @ramlimustafa9.


Selain itu, ada juga netizen yang menyinggung Presiden Jokowi dari sudut pandang lain.


"Sejak kapan kita punya presiden. Perasaan sudah 2 periode gak ada presiden," sahut @100edelweiss.


Singgung Wacana Presiden 3 Periode, Tagar #RezimKemaruk Trending


Netizen lain menyarankan untuk memperbaiki kinerja pemerintah.


"Bukan kritikannya yang dibatasi," ujar @luthfiwahyu11.


"Rakyat menjerit kesusahan. Para pejabat wakanda hartanya kian berlimpah," kata @ddgjuga1924.


Ini Desain Jabatan Presiden 3 Periode




Para elite politik tidak menutup kemungkinan mendukung jabatan presiden tiga periode dengan melakukan amandemen UUD 1945 hasil revisi 2002.


“Isu tiga periode telah lama mengemuka. Mengingat peta politik dan konstelasi kepentigan pragmatis dari partai politik maka isu ini bukan mustahil menjadi nyata,” kata Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah, Jumat (28/5/2021).


Menurut Rizal, masyarakat mencurigai adanya ulah oknum pendukung Jokowi di sekitarnya yang memang serius memperjuangkan. 


“Jokowi pun mulai dan patut diduga berada di belakangnya. Operasi berbiaya tinggi untuk suatu sukses politik mulai dijalankan,” ungkapnya.


Jika semakin gencar tekanan untuk amandemen UUD 1945 dengan muatan perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, kata Rizal, akan kelompok atau aspirasi yang akan melakukan penolakan. 


“Situasi politik semakin memanas dalam polarisasi dua kepentingan yang berposisi diametral,” jelas Rizal.


Menurut Rizal, kelompok yang menolak tiga periode jabatan presiden bisa mendesak Presiden Jokowi meletakkan jabatan. 


Rakyat melihat pada ketidakmampuan Presiden dan penyimpangan dalam pengelolaan negara.


“Gelindingan dan perjuagan agar Presiden Jokowi menjabat tiga periode bukan tanpa tantangan dan risiko. Meski sepintas berkalkulasi mudah, akan tetapi praktek politik tidak semudah yang dikalkulasikan,” paparnya. [Democrazy/pkr]