Sejumlah Situs Pemerintahan Disusupi Hacker China, Pengamat: Gak Kaget, Wong BIN Menyusup ke Taliban Saja Dipublikasikan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 12 September 2021

Sejumlah Situs Pemerintahan Disusupi Hacker China, Pengamat: Gak Kaget, Wong BIN Menyusup ke Taliban Saja Dipublikasikan

Sejumlah Situs Pemerintahan Disusupi Hacker China, Pengamat: Gak Kaget, Wong BIN Menyusup ke Taliban Saja Dipublikasikan

Sejumlah Situs Pemerintahan Disusupi Hacker China, Pengamat: Gak Kaget, Wong BIN Menyusup ke Taliban Saja Dipublikasikan

DEMOCRAZY.ID - Baru-baru ini dikabarkan bahwa sejumlah situs lembaga negara Indonesia diretas oleh hacker asal China. 


Bahkan tak tanggung-tanggung setidaknya ada 10 kementerian dan lembaga telah disusupi peretas yang menamai dirinya Mustang Panda.


Diketahui hal ini terungkap dari laporan Insikt Group, Insikt juga menemukan ada malware di dalam jaringan pemerintah Indonesia pada bulan April 2021.


Terkait adanya aksi peretasan tersebut, mantan Politisi Partai Demokrat yang juga dikenal sebagai pakar informatika dan telematika, Roy Suryo turut memberi tanggapan.


Melalui cuitannya , Roy Suryo mengaku tak kaget dengan munculnya kabar sejumlah lembaga milik pemerintah diretas oleh hacker asal China tersebut.


Menurut Roy Suryo, aksi tersebut wajar terjadi sebab akhir-akhir ini baik lembaga negara atau instansi pemerintahan yang menurutnya selalu terbuka.


"Kali ini saya berbeda dengan yang suka & sering kaget, terus terang berita ada Hacker (China?) yang berhasil menyusupi Lembaga Resmi Telik Sandi Negara ini wajar kalau melihat bahwa sekarang memang sangat terbuka," kata Roy Suryo, sebagaimana dikutip dari akun Twitter @KRMTRoySuryo2, Minggu, 12 September 2021.


Dalam hal ini, dirinya tak kaget lagi sebab seperti yang pernah diungkap dalam pemberitaan sebelumnya, soal Badan Intelejen Negara yang mengakui bahwa pihaknya menyusup ke kelompok Taliban.


"Ingat, kemarin katanya 'menyusup' ke Taliban saja dipublikasikan. AMBYAR," kata Roy Suryo.


Dari beberapa sumber, hal itu pernah disampaikan Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, dirinya mengklaim pihaknya selama ini menyusup ke sejumlah kelompok di berbagai negara, salah satunya yakni kelompok Taliban di Afghanistan.


Namun, menurutnya tujuan BIN dalam menyusup Afghanistan yakni supaya perang atau kerusuhan tidak melebar hingga ke Indonesia.


Sementara itu, kasus yang mencuat kali ini yakni terkait hacker asal China Mustang Panda, hecker itu merupakan kelompok hacker yang melakukan aktivitas mata-mata di internet Asia Tenggara.


Kendati begitu, sebelumnya Insikt Group disebutkan pula bahwa pihaknya sudah memberi tahu pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021. 


Akan tetapi, menurut mereka, pihak pemerintah Indonesia saat itu belum memberikan tanggapan.


Disamping itu pada bulan Agustus, pemerintah mencari dan membersihkan sistem yang terinfeksi. 


Tetapi, beberapa hari kemudian, Insikt juga mengungkapkan pihak di jaringan pemerintah Indonesia masih terhubung dengan server malware Mustang Panda. [Democrazy/rkp]