POLITIK

Sebut Jokowi Presiden Gila Pujian, Rocky Gerung: Itu Sebuah Gejala Kejiwaan

DEMOCRAZY.ID
September 02, 2021
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Sebut Jokowi Presiden Gila Pujian, Rocky Gerung: Itu Sebuah Gejala Kejiwaan

Sebut Jokowi Presiden Gila Pujian, Rocky Gerung: Itu Sebuah Gejala Kejiwaan

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi yang ketagihan pujian sebagai sebuah gejala kejiwaan.


Rocky Gerung kemudian menyoroti pernyataan Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito yang menyebut kasus Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi.


Menurut Rocky Gerung, Presiden Jokowi dianggap telah melakukan pembohongan publik karena menyebut pandemi Covid-19 di Indonesia telah tertangani, padahal di sisi lain kasus Covid-19 masih tergolong tinggi.


"Memang itu betul semua tuh, Pak Wiku yang ngerti tentang data karena itu dia bilang kita masih tinggi. Artinya dia mau bilang presiden bohong, kan maksudnya begitu kan? Kalau mau jujur, pers kita bilang 'Menurut juru bicara Satgas, presiden berbohong karena dia bilang (Covid-19) bisa tertangani' padahal angkanya nggak begitu," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 2 September 2021.


Rocky Gerung menyebut pujian partai politik koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi merupakan pujian yang bersifat 'tipu-tipu' semata.


Sebab kata dia, Polri masih menganggap kasus Covid-19 masih tinggi karena mengetahui fakta di lapangan, akan tetapi Presiden Jokowi masih terus berupaya memoles citra bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia masih bisa tertangani.


"Partai-partai juga akhirnya bertepuk tangan untuk angka yang tipu-tipuan kan? Demikian juga Polri mengerti apa yang terjadi di bawah, jadi dia tahu bahwa ini masih bahaya, tapi presiden bilang 'Udah, bisa kita tangani'," ujarnya.


Rocky Gerung menilai pujian yang dilontarkan kepada Presiden Jokowi merupakan salah satu bagian dari sandiwara belaka.


Rocky Gerung menilai, Presiden Jokowi mengalami gejala kejiwaan karena merasa tak lagi memiliki eksistensi jika tak ada pihak manapun yang memberikan pujian untuk mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014 itu.


"Jadi ini hanya sandiwara-sandiwara, ketagihan pujian ini bahayanya kan? Itu juga semacam gejala kejiwaan, kalau nggak ada tepuk tangan kayaknya dia tidak eksis," katanya.


Rocky Gerung berpendapat, Presiden Jokowi seharusnya berkaca dari apa yang sedang terjadi di luar negeri.


Dia mencontohkan Amerika Serikat dan Inggris yang kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19, sementara Indonesia seolah sedang mengalami 'keajaiban' karena dipoles sedemikian rupa oleh Presiden Jokowi.


"Padahal justru dalam keadaan sekarang, kita mesti bandingkan dengan luar negeri, Amerika justru bertambah kasusnya, Inggris juga begitu, ini seolah-olah sebuah keajaiban karena nggak lihat data internasional," ujar dia.


Rocky Gerung menilai, Presiden Jokowi tidak mengetahui keadaan yang sesungguhnya dan hidup bagaikan katak dalam tempurung, karena menganggap seolah-olah pandemi Covid-19 Indonesia berhasil ditangani sehingga seolah merasa pujian dari pendukungnya sangat diperlukan.


"Jadi presiden nggak pernah tahu apa yang terjadi di dunia sebetulnya. Dia hidup dalam tempurung aja tuh sehingga dia anggap bahwa udah beres tuh, lalu dia minta pujian karena kalau nggak ada yang muji dari luar, dari dalam pun dia organisir supaya ada puji-pujian tuh," tuturnya. [DemocrazyNews/skp]

Penulis blog