Sebut HRS Punya Pengaruh Besar, Babe Haikal Hassan: Siapa Bisa Bantah Kalimat Ini?! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 29 September 2021

Sebut HRS Punya Pengaruh Besar, Babe Haikal Hassan: Siapa Bisa Bantah Kalimat Ini?!

Sebut HRS Punya Pengaruh Besar, Babe Haikal Hassan: Siapa Bisa Bantah Kalimat Ini?!

Sebut HRS Punya Pengaruh Besar, Babe Haikal Hassan: Siapa Bisa Bantah Kalimat Ini?!

DEMOCRAZY.ID - Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun mengundang Pendakwah, Haikal Hassan Baras (Babe Haikal) dalam program DICECAR (Dialog Cerdas Cara Refly) untuk berdiskusi.


Refly mulanya meminta Babe untuk membuat konsep agar kekuasaan dan kelompok Habib Rizieq Shihab (HRS) dapat berjalan beriringan untuk membangun sebuah negeri.


Pertama, paling penting menurut Babe adalah dialog, komunikasi.


“Satu, dialog,” ujarnya dilansir melalui kanal Youtube Refly Harun Rabu, 29 September 2021.


Bagi Babe, Jokowi perlu berdialog dengan HRS yang mempunyai pengaruh besar di negeri ini.


“Lho Habib Rizieq itu punya pengaruh gede, siapa yang bisa bantah kalimat ini?” tuturnya.


Bahkan, dia menantang tokoh mana yang bisa mengumpulkan massa sebanyak HRS.


“Bahkan saya pernah nantang, bukan sok jago. Silahkan tokoh mana pun berkata, ‘Kumpul di Monas’, silahkan. Kita tanya berapa orang yang hadir, tanpa uang, tanpa mobilisasi,” tantang Babe Haikal.


Lebih lanjut, dia menilai bahwa sebenarnya Jokowi tidak anti berdialog dan sudah mengundang banyak tokoh untuk berdialog.


“Pak Jokowi itu bukan orang yang anti dialog,” katanya.


“Beliau itu banyak mengundang para tokoh untuk hadir dan dialog,” tambahnya.


Namun yang aneh, kenapa Jokowi tidak pernah berdialog dengan HRS.


“Kenapa gak pernah dengan Pak Habib Rizieq,” ujar Babe terheran-heran.


Sebab, kalau mau menilik pengaruh, HRS memiliki pengaruh sangat besar di Indonesian.


“Kalau dibilang beliau kecil pengaruhnya, main gede-gedean yuk. Siapa di negara ini yang bisa mengumpulkan massa sebanyak beliau (HRS),” bebernya.


Hal kedua yang perlu dilakukan Jokowi, kata dia, adalah tegakkan keadilan.


“Kedua, tegakkan keadilan seadil-adilnya,” terangnya.


Kemudian, Babe juga menyindir kekuasaan dengan membahas mengenai koruptor dan nenek-nenek.


“Ada koruptor yang luar biasa, ternyata dihukum ala kadarnya. Ada nenek-nenek ngambil alpukat empat butir, dihukumnya berat banget,” paparnya.


Tak berhenti di situ, dia juga menyindir Jokowi dengan membandingkan kasus kerumunan presiden dengan HRS.


“Ada yang menghimpun kerumunan gak diproses, ada juga yang menghimpun kerumunan diproses, diborgol pakein baju orange, luar biasa,” pungkasnya.  [Democrazy/galamed]